Loading...

DKP: Produksi Budidaya Ambon Didominasi Konsumsi Lokal

AMBON, TAJUKTIMUR.COM – Produksi budidaya perikanan di Kota Ambon, Maluku masih didominasi konsumsi lokal, kata Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Ambon, Steven Patty.

“Hasil produksi budi daya sebagian besar langsung dibeli oleh rumah makan-rumah makan yang tersebar di seluruh wilayah Pulau Ambon dan sekitarnya, serta untuk konsumsi masyarakat,” katanya di Ambon, Sabtu.

Ia mengatakan, potensi budidaya perikanan di kawasan teluk didominasi jenis ikan permukaan (pelagis) seperti kerapu, bubara atau kuwe, serta bawal putih.

Jenis ikan tersebut digemari oleh masyarakat karena hidup pada perairan pantai dangkal, karang, dan batu karang.

“Selain itu harga jual ikan pelagis lebih tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya, sehingga banyak dibeli oleh para pemilik rumah makan,” ujarnya.

Steven menjelaskan, jenis ikan pelagis yang dibudidayakan di keramba jaring apung (KJA) memiliki beberapa keunggulan, antara lain tidak memerlukan perawatan yang terlalu intensif.

Jenis ikan kerapu tahan terhadap penyakit, mampu beradaptasi pada perubahan kualitas perairan yang ekstrem. Ikan bubara merupakan ikan yang rakus sehingga pertumbuhanya relatif cepat. Ikan bubara juga mempunyai prospek yang cukup baik untuk dibudidayakan dalam KJA.

“Salah satu keunggulan budi daya ikan dalam KJA adalah waktu panen dapat diatur menyesuaikan harga ikan di pasar sehingga akan diperoleh harga jual yang lebih tinggi,” katanya.

Data produksi ikan hasil budi daya di Teluk Ambon tahun 2017, jenis ikan kerapu sebanyak 110 ton, bubara 50 ton, kakap 70 ton, sementara ikan samandar dan baronang mencapai 50 ton per tahun.

“Jumlah produksi tersebut masih rendah sehingga belum mencukupi untuk ekspor, tetapi hanya memenuhi konsumsi lokal,” tandasnya.

Ia mengakui, kajian riset ekonomi terhadap produksi budidaya perikanan cukup untuk konsumsi lokal, tetapi tidak mengurangi penghasilan dan peningkatan pemberdayaan para nelayan.

“Dalam upaya meningkatkan pemberdayaan nelayan di Ambon, kita terus berupaya mencari investor untuk memperluas pasar ekspor ikan,” kata Steven.

Berita Lainnya
Kuota Calon PNS Ambon Sebanyak 231 orang AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengumumkan kuota dan kualifikasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 untuk kota terse...
Pengadilan Tinggi Gandakan Hukuman Koruptor Dana BOS AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Majelis Hakim Tipikor Kantor Pengadilan Tinggi Ambon menggandakan masa hukuman koruptor dana Bantuan Operasional Ssekolah (BOS...
Gubernur Inginkan Pos Gabungan di Gunung Botak AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur Maluku Said Assagaff menginginkan pos gabungan beranggotakan personel Polri dan TNI di kawasan Gunung Botak, Kabupate...
Bea Cukai Ambon: Awal Oktober Vape Cair Wajib Dilengkapi Cukai AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah mulai 1 Oktober 2018 mewajibkan rokok elektrik atau vape likuid (cair) yang beredar dilengkapi dengan pita cukai be...
Imigrasi Ambon Pulangkan 14 Warga Negara Asing AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kantor Imigrasi Kelas I Ambon selama periode Januari-Agustus 2018 telah memulangkan warga negara asing (WNA) asal Philipina, M...
Kanal: Maluku