Loading...

DPRD: Program Mudik Gratis Akhir 2018 Tetap Berjalan

AMBON, TAJUKTIMUR.COM – Komisi C DPRD Maluku mendukung program mudik gratis yang dijadikan agenda tetap pemprov setiap menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan dan akhir 2018 ini tetap jalan.

“Namanya mudik gratis yang sudah dicanangkan sejak tahun 2017 dan menjadi agenda tetap pemerintah Provinsi Maluku sehingga kami sudah meminta PT. Pelni menyiapkan kapal untuk Natal dan Tahun Baru,” kata Ketua komisi C DPRD Maluku, Anos Yermias di Ambon, Sabtu.

Prinsipnya komisi tetap mendorong kegiatan ini demi untuk rakyat dan sudah meminta PT Pelni yang menjadi operator sehingga mereka sementara menyiapkan kapalnya untuk program mudik gratis 2018.

Hanya saja untuk rute-rute mana yang akan menjadi sasaran kegiatan mudik gratis belum disebutkan, tetapi seperti tahun lalu kapal perintis akan meyalani jalur ke Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Aru, hingga Kabupaten Maluku Barat Daya.

“Dalam waktu dekat di Ambon juga akan hadir KM Sabuk Nusantara 71 dan kapal pendukung lainnya seperti Sabuk Nusantara 107, dan KM Sabuk Nusantara 87 kita dorong untuk melayani yang namanya mudik Lebaran, Natal, serta Tahun Baru,” ujar Anos.

Kepala Operaional PT Pelni Cabang Ambon, Djasman mengatakan, untuk Ambon ada lima kapal perintis diantaranya KM Sabuk Nusantara (Sanus) 31, Sanus 48, Sanus 107, Sanus 06, dan Sanus 87.

Biasanya dari pemerintah sudah dikasih kapal pengganti bila yang lain doking dan ada lima kapal antara lain KM Sanus 62, Sanu 58, Sanu 63, Sanus 60 dan KM Sanus 67, hanya saja kapal-kapal ini sudah dipakai.

Namun sejumlah kapal perintis yang sementara beroperasi melayari berbagai jalur di Maluku maupun yang sementara doking di Bitung direncanakan akan dipindahkkn ke daerah lain.

“KM Maloli misalnya sudah doking dan tidak kembali lagi ke Ambon karena ada kemungkinan dialihkan ke Maumere, sama dengan KM Sanus 48 didelivery ke daerah Kijang dan akan diganti dengan KM Sabuk Nusantara (Sanus) 71 yang posisinya masih di galangan kapal,” ujar Djasman.

Sama halnya dengan KM Sanus 31 yang sementara melayari rute Ambon-Larat-Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat juga rencananya akan digantikan dengan Sanus 103 yang merupakan sebuah kapal baru.

Untuk Sanus 48 sudah dapat 20 voyage sejak Januari 2018, tetapi Agustus lalu sudah dihentikan oleh Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub untuk persiapan doking, tetapi persoalannya selama dua bulan baru ada perintah doiking ke Bitung sehingga tanggal 24 Oktober ke sana dan tanggal 10 November baru naik dok karena mengantri.

Berita Lainnya
BPJS Tenagakerjaan beri Penghargaan untuk Pemkot Tual TUAL, TAJUKTIMUR.COM - BPJS Ketenagakerjaan memberi penghargaan untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Tual ...
Tradisi Toleransi di Maluku harus Dipertahankan AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Uskup Diosis Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagie menyatakan tradisi toleran...
BPOM Maluku Minta Pengusaha Penuhi Standar Kebersihan AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku meminta pelaku usaha untuk m...
Harga Barang Meroket, Ini Komentar BI Maluku AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pedagang di Pasar Tradisional Kota Ambon, diminta tidak menaikan harga terla...
Bupati Malra dukung Kebijakan Bakar Kapal Ikan Ilegal LANGGUR, TAJUKTIMUR.COM - Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun menyatakan pihaknya setuj...
Kanal: Maluku