Loading...

Jacky Manuputty: Pilkada Maluku Harus Tanpa SARA

AMBON (TAJUKTIMUR.COM) – Asisten Utusan Khusus Presiden untuk Dialog, Kerja Sama Antariman dan Antarperadaban Jacky Manuputty menyatakan, pemilihan kepala daerah Maluku harus bersih tanpa isu suku agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Pilkada Maluku sebentar lagi akan digelar yang terpenting adalah bagaimana kita menciptakan suasana Pilkada yang damai, bersih dari politik uang dan tanpa isu SARA,” katanya di Ambon, Minggu.

Menurut dia, KPU, Bawaslu bahkan Pemerintah Daerah giat mengkampanyekan pilkada yang damai, bersih dan anti SARA sehingga Pilkada lebih berkualitas dan berlangsung demokratis.

Kampenye pilkada damai harus didukung seluruh unsur masyarakat dan pasangan calon yang telah ditetapkan KPU untuk bertarung dalam Pilkada Maluku pada 26 Juni 2018.

“Yang terpenting masyarakat Maluku harus mewaspadai terjadinya provokasi yang mengatasnamakan SARA, karena kita semua harus sepakat mempertahankan kondisi keamanan yang telah kondusif, damai dan tenteram,” katanya.

Jacky menjelaskan, pilkada merupakan pesta demokrasi seluruh masyarakat untuk menyalurkan aspirasi memilih pemimpin yang layak untuk memimpin Maluku untuk lima tahun mendatang.

Pesta demokrasi hanya berlangsung sesaat tetapi kehidupan bermasyarakat akan berlangsung selamanya. Jika pesta tersebut dinodai oleh hal-hal yang tidak berkenan maka kehidupan bermasyarakat dipastikan tidak akan damai.

“Kehidupan bermasyarakat lebih penting dibandingkan kehidupan berpolitik yang hanya sesaat, jangan saling menodai dan memfitnah karena keberagaman kehidupan bermasyarakat dan beragaman di Maluku lebih penting,” katanya.

Disinggung terkait sikap Gereja dalam Pilkada Jacky mengakui, siapapun kandidatnya, tak peduli latar belakang agamanya, yang penting bersikap adil, tidak korupsi, tidak sektarian serta bekerja dengan sungguh-sungguh dan transparan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Umat dalam menentukan pilihan tidak boleh melihat kandidatnya pemimpin tidak boleh melihat isu SARA, yang paling penting adalah memilih dengan hati dan terlebih bagi pasangan calon mengusung program dan kebijakan yang santun dan arif,” kata Jacky.

Ia menambahkan, gereja secara aktif turut mengembangkan pendidikan politik rakyat, terutama menyangkut hak dan tanggung jawab politik masyarakat untuk mengupayakan terciptanya keseimbangan dan tertib sosial serta terpenuhinya prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran dalam penyelenggaraan pemerintahan pada semua jenjang.

(as)

Berita Lainnya
Pemkot Tual Salurkan Bantuan Pemberdayaan Masyarakat TUAL, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Pemberdayaan Masyarat Desa, Dinas Koperasi...
Pemerintah Sosialisasi Rencana Perubahan Nama Kabupaten MTB SAUMLAKI, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dala...
Tekan Harga Kebutuhan Pokok, Pemkot Ambon Gelar Pasar Murah AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon merupakan u...
P2TP2A Tangani 51 kasus Kekerasan terhadap Perempuan AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Ambon telah men...
BPJS Tenagakerjaan beri Penghargaan untuk Pemkot Tual TUAL, TAJUKTIMUR.COM - BPJS Ketenagakerjaan memberi penghargaan untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Tual ...
Kanal: Maluku Pilkada