Loading...

Kuota Praja IPDN Maluku Meningkat 30 Persen

AMBON, TAJUKTIMUR.COM — Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Ermaya Suradinata menyatakan kuota praja IPDN provinsi Maluku pada 2018, mengalami peningkatan 30 persen dibandingkan 2017.

“Saya tidak hafal pasti jumlah kuota IPDN Maluku pada 2018, yang jelas jumlahnya meningkat 30 persen dibandingkan 2017,” kata Ermaya, saat membuka kegiatan pendampingan masyarakat perkotaan di Ambon, Kamis.

Ia mengatakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuka kesempatan untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN dengan jumlah kuota pada 2018 sebanyak 2.000 orang.

“Kita telah mengumumkan kuota praja pada 2018. Saya berharap pada 2018 kuota untuk daerah, terutama provinsi Maluku dan kota Ambon meningkat dibandingkan 2017,” ujarnya.

Pendaftaran dilakukan secara online, calon peserta yang telah mendapatkan nomor pendaftaran, selanjutnya menyampaikan kelengkapan berkas dengan cara mengunggah dokumen sebagaimana tercantum dalam persyaratan calon peserta IPDN.

“Kuota untuk kabupaten dan kota sangat tergantung mengingat sistemnya online. Formasi untuk meentukan kota kabupaten sangat tergantung dari sistem online,” katanya.

Dalam kunjungan ke kota Ambon Rektor IPDN juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam upaya membangun daerah ini menjadi kota yang berkemampuan, masyarakat memiliki inovasi dan motivasi, serta menjadi masyarakat yang baik dan besar.

Kota Ambon, lanjutnya, memiliki arti kemampuan, kecerdasan, serta motivasi yang melahirkan inovasidan peluang yang bersifat nasionalis.

Kenapa dikatakan nasionalis, karena mininya Indonesia ada di kota Ambon, yakni memiliki keragaman suku, agama, budaya, keharmoniasan dalam kehidupan antarumat beragama, perbedaan suku budaya ada di Ambon.

Ia mengakui, sudah waktunya disebut metro Indonesia, karena kota ini walaupun mini tetapi besar dalam arti nilai sosial yang tinggi untuk dijadikan contoh bagi kota lain di Tanah Air.

“Harapannya ke depan bagaimana Pemkot Ambon memperhatikan pengembangan kota, terutama dari sisi tata ruang, agar kelestarian kawasan konservasi dapat dijaga, sehingga masyarakat ke depan tidak terganggu oleh alam terutama bencana,” tandasnya.

Berita Lainnya
356 Calon Jamaah Haji Dilepas Pemerintah Kota Ambon AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Sekretaris Kota Ambon Antony G Latuheru mewakili Wali Kota Richard Louhenapessy melepas 356 calon haji (Calhaj) asal ibu kota ...
Parpol Daftar Bakal Caleg di KPU Ambon AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kantor KPU Kota Ambon ramai dengan kedatangan partai politik yang ingin mendaftarkan bakal calon legislatif pada hari terakhir...
Pemerintah Kota Ambon Raih Opini WTP AMBON, TAJUKTIMUR.COM -- Pemerintah Kota Ambon, Maluku meraih opini opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun...
PDI-P Provinsi Maluku Perketat Seleksi Bacaleg AMBON, TAJUKTIMUR.COM —- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Provinsi Maluku perketat proses seleksi bakal calon...
BPS: Tingkat Kemiskinan di Maluku Menurun AMBON, TAJUKTIMUR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat jumlah penduduk miskin di daerah ini sebanyak 320,08 ribu jiwa, atau berk...
Kanal: Maluku