Loading...

Lantamal Ambon Latih 50 Mahasiswa Keperawatan

AMBON, TAJUKTIMUR.COM – Tim Evakuasi Medis Laut (EML) Lantamal IX/Ambon melatih 50 mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Sains, Teknologi, Kesehatan Universitas Hein Namotemo Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara tentang pelayanan kesehatan berbasis kepulauan.

Kepala Rumah Sakit TNI-AL dr. F.X Suhardjo, Lantamal IX Ambon, Letkol Laut (K) Ali Setiawan, di Ambon, Jumat, mengtakan, pelatihan tersebut sangat penting mengingat wilayah Maluku dan Maluku Utara sebagian besar adalah lautan, sehingga terbuka kemungkinan terjadinya kecelakaan di laut setiap saat.

“Karena itu, mahasiswa prodi keperawatan perlu dibekali kemampuan penyelamatan dan evakuasi terhadap korban tenggelam di laut, baik secara perorangan maupun berkelompok,” ujarnya.

Menurutnya, latihan evakuasi medis laut yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Pilawa, Tobelo pada 19 September 2018 tersebut merupakan tindak lanjut Nota kesepahaman (memorandum of understanding-MoU) yang ditanda tangani pihaknya dengan Rektor Universitas Hein Namotemo, Halmahera Utara pada Mei 2018.

Tujuan pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan mahasiswa dalam bentuk pengalaman belajar lapangan secara komperhesif, sekaligus menambah wawasan mahasiswa dalam penyelamatan kecelakaan di laut maupun korban tenggelam yang perlu dievakuasi ke tempat aman.

Pelajaran evakuasi medis laut yang dilakukan meliputi penyelamatan korban tenggelam berupa pertolongan secara perorangan terhadap korban tenggelam dengan jarak berenang 50 meter dari pesisir pantai menuju darat.

Sedangkan penyelamatan secara tim yakni satu orang terlebih dahulu berenang untuk menolong korban, disusul tiga orang lainnya berenang dengan membawa tandu air untuk mengevakuasi korban ke tempat aman untuk mendapatkan pertolongan di darat.

Tim EML Lantamal Ambon juga memberikan materi praktek cara bertahan hidup di laut dengan mengapung (Uitemate) pada saat terjadi kecelakaan serta prosedur membawa korban ke atas perahu karet.

Rektor Universitas Hein Namotemo Marthen, D. Boediman, secara terpisah mengapresiasi program pelayanan kesehatan berbasis kepulauan dalam bentuk latihan evakuasi medis laut tersebut, berdampak meningkatkan wawasan daN kemampuan mahasiswa terhadap upaya pertolongan pertama kepada para korban kecelakaan di laut.

Dia berharap, para mahasiswa dapat memahami dan mengerti prosedur keselamatan di laut, termasuk menyelamatkan diri sendiri maupun para korban jika terjadi kecelakaan laut.

Rektor juga berharap Lantamal Ambon dapat memanfaatkan kerja sama yang dilakukan untuk mengembangkan berbagai pola pelatihan tentang kesehatan bahari maupun kesehatan kepulauan kepada para mahasiswa.

Berita Lainnya
Musik Bambu Media Harmonisasi Sosial Masyarakat AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Sekretaris Dirjen Kebudayaan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sri Harti...
Tim Sar Cari Nelayan yang Hilang di Perairan Nusalaut Maluku Tengah AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Seorang nelayan yang diketahui bernama Laplap (45) dilaporkan hilang saat em...
Harga Kopra di Ambon Terus Bergerak Turun AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Harga kopra yang ditawarkan para pembeli kepada perajin di daerah ini terus ...
Bisnis Perbengkelan Panca Karya Merosot AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya memastikan target penerimaan dari bisnis ...
Dinas PMD diminta Kontrol Penggunaan Dana Desa AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Maluku diminta menjalankan fungsi k...
Kanal: Maluku