Loading...

Momentum Pilkada 2018, Asis Sangkala : ‘Tak Selamanya PKS Mendukung Petahana’

AMBON (TAJUKTIMUR.COM) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Propinsi Maluku  telah usai melakukan penjaringan bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur  Maluku periode 2018-2023 beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri.

Sebagaimana dikatakan oleh Ketua DPW PKS Maluku Asis Sangkala saat jumpa pers dan dilanjutkan buka puasa bersama di Rumah Kopi Lela (31/5).

“Kita sudah sepakat membuka penjaringan di Bulan Ramadan ini, pembukaan secara resmi dimulai Senin 5 Juni 2027 pekan depan dan proses ini akan dilakukan selama 2 minggu”.

Azis mengaku dalam proses penjaringan Balon Gubernur Maluku, PKS memberikan kesempatan kepada seluruh putra putri terbaik Maluku yang ingin mengabdi di dearah ini untuk mendaftarkan diri.

Proses penjaringan yang dilakukan berlangsung secara terbuka, transparan dan memberikan ruang yang sama serta kesempatan kepada seluruh  putra dan putri terbaik Maluku untuk menjadi kandidat gubernur dan wakil gubernur Maluku,” tegas Azis.

Dikatakan sesuai dengan petunjuk teknis (Juklis) yang telah ditentukan DPP  PKS, untuk mendapatkan rekomendasi dari partai, harus melalui beberapa tahapan penjaringan. Yakni tahapan penjaringan yang dimulai dari pendaftaran, pengembalian berkas pendaftaran sampai dengan verifikasi berkas.  Setelah melewati verifikasi berkas, kemudian akan dilanjutkan dengan  uji kelayakan balon gubernur dan wagub  serta melihat pendalaman visi dan misi dari para kandidat untuk mensinergikan visi misi calon dengan partai ini.
“PKS  juga  akan melakukan penjaringan dukungan secara internal, yakni menjaring dan melakukan sosialisasi kepada seluruh struktur partai di tingkat provinsi, kabupaten dan Kecamatan. Mereka semua diberikan hak untuk menyampaikan pendapatnya tentang calon yang berproses di PKS dan juga ada kelompok pembina kader yang akan mendapatkan hak untuk menentukan pilihannya,” tandas Azis.

Ia juga menegaskan bahwa tidak selamanya PKS akan mendukung calon petahana di momentum pilkada. Dan hal ini telah dibuktikan pada sejumlah Pilkada serentak yang telah digelar di Maluku, dimana Ada beberapa wilayah PKS tak mendukung incumbent atau petahana.  Dia mencontohkan di Pilkada Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Tengara dan Kabupaten Buru Selatan misalnya, posisi PKS semula mendukung calon yang memenangkan pilkada namun setelah lima tahun kemudian PKS malah tidak memberikan dukungan kepada calon petahana yang sempat didukung lima tahun sebelumnya.

Dia mengaku bahwa PKS telah memiliki  dan sejarah dalam sejumlah rentetan pilkada di Maluku, dimana PKS tidak mencalonkan petahana di pilkada dan itu telah dibuktikan di beberapa pilkada di Maluku.

“Kami dukung pak Abua di Maluku tengah setelah itu tidak kami dukung lagi, kami dukung pak Tagop di Buru Selatan lalu tidak kami dukung lagi, kami juga dukung Pak Andreas di Pilkada Maluku Tenggara lalu diperiode kedua tidak kami dukung lagi, jadi kami punya pengalaman soal itu,”tegas Azis. (brm/ari)

Berita Lainnya
Tim Sar Cari Nelayan yang Hilang di Perairan Nusalaut Maluku Tengah AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Seorang nelayan yang diketahui bernama Laplap (45) dilaporkan hilang saat em...
Harga Kopra di Ambon Terus Bergerak Turun AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Harga kopra yang ditawarkan para pembeli kepada perajin di daerah ini terus ...
Bisnis Perbengkelan Panca Karya Merosot AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya memastikan target penerimaan dari bisnis ...
Dinas PMD diminta Kontrol Penggunaan Dana Desa AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Maluku diminta menjalankan fungsi k...
Penyaluran BPNT di Ambon Terkendala Kartu Identitas AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di kota Ambon terkendala warga ya...
Kanal: Maluku Pilkada