Loading...

Pemkot: 2.259 Peserta Berebut 231 Formasi CPNS Ambon

AMBON, TAJUKTIMUR.COM – Sebanyak 2.259 orang peserta yang lulus seleksi administrasi seleksi CPNS di lingkup Pemkot Ambon, Maluku selanjutnya mengikuti tes untuk memperebutkan 231 formasi yang tersedia.

“Ke-2.259 peserta yang mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Pemkot Ambon mulai 5 -9 November 2018, untuk mengisi 231 formasi yang ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB),” kata Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, usai membuka seleksi CPNS di Ambon, Senin.

Menurut dia, seleksi kompetensi dasar tersebut meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Sistem CAT diberlakukan, sehingga siapa saja yang mengikuti seleksi, setelah selesai tes langsung dapat mengetahui hasil.

“Ketika selesai tes dan komputernya off, maka hasilnya sudah bisa dilihat sendiri, karena kita juga telah menyiapkan layar monitor bagi para peserta untuk melihat hasil,” katanya.

Anthony menyatakan, hasil tes SKD CPNS tersebut bisa dilihat langsung, karena nilai yang dipajang memuat nilai TWK, TIU dan TKP.

“Nilai para peserta akan terus update hingga peserta selesai menjawab pertanyaan, dan hasilnya langsung diketahui apakah lulus passing grade atau nilai ambang batas yang ditetapkan sesuai formasi atau tidak,” katanya.

Dijelaskannya, informasi yang beredar di masyarakat sebelum tes sudah ada peserta yang lulus, hal ini tentu tidak benar mengingat seleksi ini menggunakan sistem CAT.

“Informasi itu tidak benar, sekarang sistimnya berbeda menggunakan sistim CAT. Hilangkan pola pikir itu jangan pesimis tetapi harus optimis lulus seleksi,” tandasnya.

Ia mengakui, dari 231 formasi yang tersedia 45 kosong karena tidak ada yang mendaftar, sehingga akan dikembalikan ke Kemenpan.

Penetapan formasi bukan dilakukan daerah, daerah hanya mengusulkan ke Kemenpan-RB, kenapa ada formasi tetapi tidak mendaftar, karena yang punya ijazah formasi itu tidak ada di Ambon,” kata Anthony.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) kota Ambon, Benny Selanno menambahkan, 45 formasi yang kosong diantaranya jabatan untuk tenaga kesehatan seperti dokter gigi, tenaga fisioterapi dan lainnya.

“Setelah ini kita akan mengirimkan surat permintaan pengalihan alokasi ke Kemenpan-RB,? kalau tidak rugi 45 formasi karena tidak ada pelamar, belum lagi yang nantinya tidak lulus passing grade,” kata Benny.

Berita Lainnya
Iriana Jokowi diagendakan Kunjungi Ambon AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Ibu Negara, Iriana Joko Widodo diagendakan mengunjungi Ambon, ibu kota Provi...
Ambon siap menuju Jaringan Kota Kreatif Dunia AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kota Ambon menyiapkan berbagai infrastruktur dan dokumen pendukung menuju ja...
DP3AMD Ambon target salurkan Dana Desa awal Maret 2019 AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Masyarakat dan Desa (DP3AMD) ...
Berita Penangkapan Teroris di Maluku Hoaks AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Humas Polda Maluku menyatakan pemberitaan sebuah media daring tentang penang...
Wali Kota Ambon minta Media Kedepankan Fakta AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy meminta media untuk mengedepankan fakt...
Kanal: Maluku