Loading...

Potensi Ekonomi Digital Sangat Tinggi

AMBON, TAJUKTIMUR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku kembali menggelar temu responden dengan tema “Perekonomian di Era Digital”.

Kegiatan temu responden yang menghadirkan 100 orang peserta dari berbagai unsur yang ada di Maluku menampilkan dua pembicara yang menjadi pakar pada bidangnya masing-masing yakni Yosoa Pardede dan Sigit Aryo Thejo, dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku Bambang Pramasudi di Ambon, Rabu.

Bambang Pramasudi sebelum menyampaikan sambutan sempat memperkenalkan kedua pembicara tersebut yakni Yosoa Pardede adalah Pimpinan salah satu bagian di bidang bagian ekonomi di Bank Permata akan menyampaikan materi mengenai perkembangan ekonomi secara global, serta Sigit Aryo Thejo dari perusahaan pendanaan gotong rotong secara oneline yang mendukung pembiayaan UMKM khususnya di wilayah Jabodetabek, akan menyampaikan materi mengenai perkembangan finansial teknologi.

Bambang dalam sambutan menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran stoke holder yang terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari pelaksanaa tugas dan dedikasi kami.

“Peran serta bapak dan ibu sebagai responden survei dan kontak leison dalam rangka proses kebijakan BI yang berkualitas berdasarkan data dan akurasi data yang terkini dan akurat,” ujarnya.

BI dalam acara temu responden ini, lanjutnya, mengangkat tema “Perekonomian di Era Digital” dengan harapan seluruh stake holder memiliki semangat untuk melakukan terobosan yang ditawarkan oleh perkembangan ekonomi terkini khususnya perkembangan teknologi dan ekonomi digital sebagai bagian dari percepatan pertumbuhan ekonomi maluku.

Dia mengatakan, perkembangan teknologi membuka begitu banyak ruang bagi kita untuk melakukan pengembangan produk dan jasa serta meruba peta strategi ekspansi ekonomi.

“Perkembangan teknologi informasi yang sangat masif dalam satu dekade terakhir telah mendorong munculnya berbagai aktivitas ekonomi baru berbasis digital dan menyebabkan dua implikasi yang sangat besar,” ujarnya.

Yang pertama, lanjutnya, adalah terciptanya data informasi dalam jumlah yang besar beragam serta dihasilkan dengan sangat cepat, yang kedua berubahnya peta dan pola perekonomian dengan semakin berkembangnya ekonomi digital.

Berita Lainnya
BPOM Maluku Minta Pengusaha Penuhi Standar Kebersihan AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku meminta pelaku usaha untuk m...
Harga Barang Meroket, Ini Komentar BI Maluku AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pedagang di Pasar Tradisional Kota Ambon, diminta tidak menaikan harga terla...
Bupati Malra dukung Kebijakan Bakar Kapal Ikan Ilegal LANGGUR, TAJUKTIMUR.COM - Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun menyatakan pihaknya setuj...
Wali Kota Ambon: Perhargaan Apresiasi Pemerintah Pusat kepada Daerah AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan penghargaan yang diraih dae...
Kapolda Maluku Bentuk Tim Asistensi Operasi Mercuri AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa membentuk tim asisten operasi mercuri ...
Kanal: Maluku