Loading...

Said Assagaff: Maluku Harus Antisipasi Teror Bom

AMBON, TAJUKTIMUR.COM — Petahana Gubernur Maluku, Said Assagaff memandang perlu semua komponen bangsa di daerah ini mengantisipasi aksi teror, menyusul peledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu pagi.

“Peledakan bom itu bisa memicu masyarakat terprovokasi karena itu harus diantisipasi sejak dini mengingat Maluku mempunyai sejarah kelam tragedi kemanusiaan yang jangan pernah terulang kembali karena merusak semua sendi – sendi kehidupan,” katanya menanggapi aksi teror bom di Surabaya, Minggu.

Said menyatakan belasungkawa yang mendalam atas aksi tidak berperi kemanusiaan dan keluarga ditinggal sabar menhadapi perbuatan tidak bercela tersebut.

“Saya bersama sebanyak 1,8 juta jiwa penduduk Maluku menyatakan belasungkawa dan memprihatikan aksi merusak tatanan kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Dia mengajak masyarakat Maluku agar mewaspadai setiap gerakan mencurigaikan dari orang – orang tidak dikenal di sekitar lingkungan dan melaporkan kepada aparat keamanan terdekat untuk mengamankan.

“Jangan `main hakim sendiri` dan baiknya melaporkan kepada aparat keamanan agar bisa diungkap perbuatan bila terbukti hendak melakukan aksi teror maupun bentuk ancaman lainnya terhadap kehidupan orang basudara (saudara) di Maluku,” kata Said.

Karena itu, tingkatkan jalinan keharmonisan antarumat beragama maupun kekentalan adat Pela – Gandong sebagai warisan leluhur.

“Rasanya adat istiadat Maluku yang terjalin harmonis selama ini turut mendukung Maluku berdasarkan hasil survei BPS menempati peringka kedua kebahagiaan di Indonesia sehingga perlu dimanfaatkan untuk mengantisipasi aksi teror bom,” ujarnya.

Dia menyatakan keprihatinan yang mendalam karena aksi teror bom di Surabaya terdasi saat umat Islam mempersiapkan diri menunaikan Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah.

“Jadinya semua komponen bangsa di Maluku mendukung Kepolisian dan TNI memelihara stabilitas keamanan kondusif karena Maluku juga sedang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katholik Nasioal I di Ambon pada Oktober 2018,” tandas Said.

Berita Lainnya
Dinas PUPR Ambon Normalisasi Tiga Sungai AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon akan melakukan normalisasi sungai Waiheru, Wayame, dan Waetomu. "...
Diduga Terlibat Korupsi, Sekda Kabupaten Buru Ditahan AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Sekretaris Daerah Kabupaten Buru AA alias Ahmad bersama bendahara rutin Setda LJA alias Joni ditahan Direskrimsus Polda Maluku...
Kapal Ikan Asal Bali Tenggelam di Perairan Arafura AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Kantor Badan SAR Nasional Ambon, Muslimin memastikan KM. Cahaya Rejeki 88, sebuah kapal penangkap ikan yang tenggelam d...
Menteri Budi Karya Sumadi Dukung Unpatti Buka Prodi Teknik Transportasi AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendukung pembukaan program studi (prodi) baru yakni teknik transportasi kelaut...
Pemkot Ambon Gelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon siap menggelar kompetisi inovasi pelayanan publik bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD...
Kanal: Maluku