Loading...

Satgas Pangan Maluku Tetap Lakukan Pengawasan

AMBON, TAJUKTIMUR.COM – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Maluku selalu melakukan pengawasan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat, apalagi menjelang hari-hari besar keagamaan baik bulan ramadhan, idul fitri, natal dan tahun baru, kata seorang pejabat di Ambon.

“Satgas juga selalu mengadakan operasi pasar, sebab kegiatan operasi pasar sangat ampuh untuk mengontrol harga pangan di pasaran,” kata Ketua Satgas Pangan Maluku Firman Nainggolan seusai melepaskan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitasi Harga Beras Medium yang berlangsung di Gudang Beras Bulog Maluku di Desa Halong, Selasa.

Ia juga mengatakan beras milik Bulog Maluku sekarang ini sangat layak untuk dikonsumsi masyarakat.

Dia mengatakan, kegiatan ini juga dalam rangka pengamanan distribusi menjelang hari-hari besar keagamaan menjelang Natal dan Tahun baru seperti yang juga dilakukan menjelang bulan puasa dan lebaran.

Saat ini, yang perlu diantisipasi yakni kondisi cuaca yang mengganggu distribusi ke berbagai daerah di Maluku.

“Pantauan Satgas selama dua bulan terakhir ini beras masuk katagori stabil, walaupun memang ada informasi dari masyarakat terkait harga eceran tertinggi (HET) tertutama bahan pangan dari luar daerah seperti cabai, bawang,” ujarnya.

Tetapi kalau untuk bawang, lanjutnya, Pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat telah menetapkan salah satu calon lumbung bawang di Maluku yakni Tual, bahkan pada pekan yang lalu sudah panen mudah-mudahan sudah bisa didistribusi ke daerah lain di Maluku.

“Jadi yang selama ini dipasok dari Pulau Jawa sekarang sudah bisa dipasok dari Tual,” ujarnya.

Bahkan Pemerintah daerah dengan program ke depan berusaha untuk menjadikan Tual menjadi lumbung bawang.

“Mudah-mudahan apa yang direncanakan bisa berlangsung baik, artinya hasilnya bisa mendukung kegiatan Satgas Pangan Maluku terutama bahan pangan pokok, cabe, gula pasir, beras, telur, daging, minyak goreng,” ujarnya.

Sementara, Kepala Devisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku Arif Mandu mengatakan, kegiatan ini memang merupakan tindaklanjut dari operasi pasar dengan tujuan menjaga stabilitas harga yang sudah berlangsung sejak Januari 2018 dan rencananya akan berakhir Desember 2018.

Menurut dia, operasi pasar beras medium ini sejak bulan Januari hingga Agustus 2018 sudah mencapai 4.500 ton yang terjual untuk Maluku termasuk Maluku Utara.

“Jadi istilahnya kita bom pasar terus sehingga harga bisa terus bertahan dengan stabil,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan Permendagri 57, bahwa harga beras medium maksimal Rp10.250/Kg masuk dalam zona tiga Maluku dan Papua. Sedangkan beras premium itu Rp13.600/Kg.

“Tetapi di Maluku, sekarang ini dengan adanya operasi pasar kita jual di bawah HET yakni Rp10.000/Kg,” katanya.

Ia juga menjelaskan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitasi Harga Beras Medium berlangsung serentak di suluruh Indonesia.

Berita Lainnya
Polisi bubarkan demonstrasi GMKI cabang Ambon AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Personel Polres Pulau Ambon dan Pulau - Pulau Lease, Selasa, membubarkan aks...
Polda: Maluku aman saat pemilu AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Stigma Bawaslu terhadap kondisi kamtibmas di Maluku termasuk salah satu daer...
Maluku ekspor 0,99 ton tuna fresh whole ke Jepang AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Provinsi Maluku mengekspor lagi 0,99 ton ikan tuna fresh whole ke Jepang pad...
Warga Ambon Doa Bersama Untuk Kedamaian Indonesia AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1.500 warga Ambon lintas denominasi gereja menaikkan doa bersama un...
Sekda siapkan akhir masa jabatan Gubernur-Wagub Maluku AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Sekda Maluku, Hamin Bin Thaher telah menyiapkan akhir masa jabatan Gubernur ...
Kanal: Maluku