Loading...

Syafiq Pontoh: Saya Memohon Maaf Kepada Seluruh Masyarakat Ambon dan Maluku

AMBON, TAJUKTIMUR.COM – Pegiat sosial media Shafiq Pontoh, akhirnya mengklarifikasi pernyataan tentang anak muda Ambon yang tidak melek media sosial.

Melalui akun Facebook miliknya, Rabu (22/8), Shafiq Pontoh mengaku tidak bermaksud menghina anak-anak muda di Ambon lewat pernyataanya. Ia meminta maaf serta mengaku khilaf.

“Selamat pagi, rekan-rekan semua, mohon maaf baru bisa melakukan klarifikasi ini. Sebelumnya, saya hendak mengucapkan permintaan maaf dari lubuk hati yang paling dalam yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Ambon dan di Maluku secara keseluruhan. Tidak ada sedikitipun ada maksud untuk menyinggung atau menghina rekan-rekan dari Ambon dan dari Maluku,” kata Shafiq.

Pegiat media sosial asal Bandung itu menjelaskan, informasi yang hendak disampaikan ketika ada yang bertanya, platform media sosial apa yang paling banyak digunakan di Indonesia. Maka kata dia, jawabannya tergantung audiens karena setiap kelompok pertemanan, grup, kelompok umur, komunitas berbeda-beda perilaku penggunaan platform digital atau media sosialnya.

“Ada dua contoh untuk menjelaskan hal ini yang disampaikankan di Kompas TV. Pertama adalah ini, misalnya kita mau ngomong sama anak muda. Katakanlah di Jakarta, bisa jadi mereka tidak aktif menggunakan Facebook lagi, tapi lebih aktif menggunakan Instagram. Atau bisa jadi tidak lagi sering menggunakan Instagram, tapi menggunakan LINE,” jelasnya.

Ia bercerita, saat itu dirinya berkunjung ke Ambon 18 Maret 2017 untuk kegiatan pesta pendidikan. Kejadian itu bermula ketika Shafiq menanyakan platform media sosial kepada siswa salah satu sekolah. Beberapa siswa menjawab, bahwa mereka tidak punya platform media sosial.

Namun, dalam acara Ngobrol Politik (Ngopi) Kompas TV, Selasa (21/8) malam, Shafiq mengatakan bahwa anak-anak muda Ambon belum melek media sosial. Bahkan, kata dia, sebagian siswa menjawab hanya memiliki BlackBerry Messenger (BBM).

“Tentunya ini tidak mewakili seluruh populasi warga Ambon dan Maluku. Karena ada banyak warga Ambon dan Maluku yang saya kenal baik, dan saya tahu persis sangat kuat dan jago di digital menggunakan Blog dan sebagai Blogger menggunakan Facebook, Instagram, Youtube, LINE dan banyak lagi. Warga Ambon dan Maluku adalah salah satu yang giat menggunakan platform digital. Bahkan ketika saya berkunjung ke sana, mereka menunjukkan kemampuan mereka dalam menggunakan platform digital dengan sangat baik dan maju. Akhir kata, izinkan saya melakukan klarifikasi ini bahwa masyarakat Ambon tentu sangat paham dan maju dalam menggunakan tools dan platform digital dan medsos,” tutur shafiq.

Shafiq juga menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya kepada netizen maupun masyarakat Maluku, hususnya Kota Ambon.

“Dan izinkan saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Ambon dan Maluku atas kejadian ini,” ucapnya.

Berita Lainnya
Gubernur Assegaf: Alihkan Pesta Kembang Api dari JMP AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur Maluku Said Assagaff memandang perlu mengalihkan pesta kembang api ...
Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Maluku pada 2019 AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pertumbuhan ekonomi Maluku pada Triwulan I 2019  mendatang, diperk...
Pemkot Tual Salurkan Bantuan Pemberdayaan Masyarakat TUAL, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Pemberdayaan Masyarat Desa, Dinas Koperasi...
Pemerintah Sosialisasi Rencana Perubahan Nama Kabupaten MTB SAUMLAKI, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dala...
Tekan Harga Kebutuhan Pokok, Pemkot Ambon Gelar Pasar Murah AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon merupakan u...
Kanal: Maluku