Loading...

Telusuri Jejak Suku Kei, Bupati Anderias Rentanubun Temui Pemkab Buleleng

BALI, TAJUKTIMUR.COM – Saat mengunjungi Kabupaten Buleleng, Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun melacak sejarah leluhur Suku Kei, yang diduga berasal dari Desa Pedawa di Buleleng.

“Kunjungan ini untuk silaturahmi dengan Pemkab Buleleng, selain tujuan utama untuk menyusuri jejak sejarah orang Suku Kei yang dipercaya berasal dari Bali. Hal itu didasari oleh hukum adat Suku Kei yaitu Hukum Larvul Ngabal yang dibawa oleh perempuan Bali,” kata Bupati Anderias di Singaraja, Sabtu (19).

Saat bertemu dengan Sekretaris Daerah Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka MP di ruang rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Jumat (31/8), sang bupati mengatakan bahwa dia tahu leluhur orang Kei berasal dari Bali, namun belum tahu tepatnya di bagian mana.

“Dengan kunjungan ini, saya ingin bertemu tetua adat, khususnya di Desa Pedawa, sekaligus melakukan penelitian bersama tim peneliti yang sudah dibentuk,” katanya.

Ia menyebut adanya kesamaan dan bukti keterkaitan antara leluhur orang Kei dengan leluhur warga Desa Pedawa, yang dikenal sebagai desa tua di Bali Utara. Bupati Anderias mengatakan Suku Kei, yang menganut ajaran Hindu Bali dan masyarakat Desa Pedawa punya beberapa kesamaan dalam aspek budaya, yang terlihat pada keris, perahu kecil, rumah adat dan tradisi mereka.

“Rumah adat di Kei memiliki kesamaan dengan rumah adat yang ada di Desa Pedawa dari sisi dalamnya dan juga tradisinya,” katanya.

Dikutip Antara, menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Buleleng Dewa Puspaka mengatakan kunjungan Bupati Maluku Tenggara akan menjadi semacam jembatan untuk menggabungkan kembali ikatan persaudaraan yang dulu pernah ada.

“Buleleng ternyata memiliki keluarga dan sejarah di Maluku Tenggara. Itu menunjukkan bagaimana kedinamisan para leluhur yang sangat fleksibel untuk menjelajah seluruh Nusantara,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng mendukung penuh upaya Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk menyusuri sejarah persaudaraan yang dulu pernah ada dengan Kabupaten Buleleng.

“Pemkab Buleleng melalui OPD terkait akan memfasilitasi Kabupaten Maluku Tenggara dan juga terus mengikuti perkembangan-perkembangan yang akan terjadi selanjutnya. Kita siap untuk terus mengikuti penelitian ini,” kata Puspaka.

Berita Lainnya
Hadapi Libur Natal, Pelni Tambah Dua Kapal AMBON, TAJUKTIMUR.COM - PT Pelni Cabang Ambon akan menambah dua armada guna mendukung delapan armada...
NTP Maluku November 2018 Naik 0,39 Persen AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Maluku pada November 2018 sebesar 100,92 a...
Seorang Nelayan Namlea Dilaporkan Hilang di Laut AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Seorang nelayan asal Namlea, Kabupaten Buru, Maluku dilaporkan hilang oleh k...
Jelang Natal dan Tahun Baru, Pasokan Listrik Wilayah Maluku dan Maluku Utara Aman AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah meminta masyarakat Maluku dan Maluku Utara tak perlu khawatir ata...
Nelayan Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi Laut Maluku AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Para nelayan tradisional diimbau mewaspadai gelombang tinggi di laut Maluku ...
Kanal: Maluku