Loading...

UU Kepulauan Ditargetkan Disahkan Sebelum Oktober 2019

AMBON, TAJUKTIMUR.COM – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Maluku Mercy Barends menyatakan Undang-Undang Kepulauan ditargetkan disahkan sebelum periode legislatif 2014-2019 berakhir pada 1 Oktober tahun depan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar pembahasan RUU Kepulauan rampung sebelum akhir masa jabatan,” katanya.

Ia mengatakan, Panitia Khusus (Pansus) RUU daerah kepulauan telah dibentuk dan akan menjadi dasar pengalokasian anggaran yang berkeadilan bagi daerah-daerah kepulauan sebagai pondasi poros maritim.

Pansus yang dibentuk telah mengawali rapat perdana. Setiap fraksi mengirimkan utusan ke daftar pimpinan pansus, kemudian terpilih Ketua Pansus Edison Betaubun (F-PG), Mercy Chriesty Barends (F-PDI Perjuangan), Wenny Warouw (F-Gerindra) dan Amir Uskara (F-PPP).

“Saya kira dengan keterwakilan orang dari Maluku sebagai pimpinan pansus, kami bisa mempercepat pembahasan RUU menjadi UU,” katanya.

Mercy mengakui, jika dihitung jumlah keterwakilan provinsi dan daerah kepulauan di DPR sangat sedikit, sehingga dibutuhkan strategi luar biasa.

“Kita minoritas di antara 560 anggota DPR RI, sehingga kita terus melakukan kordinasi dan keputusan bersama akan diambil dengan pemrintah dan tentunya menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan di Pansus RUU Kepulauan,” katanya.

Isu yang paling penting adalah variabel perhitungan dana transfer pusat ke daerah untuk pembahasan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang masih menggunakan perhitungan luas wilayah daratan dan jumlah penduduk.

“Saya kira dengan sejumlah variabel fungsi ini kita telah melakukan pembahasan dengan Kementerian Keuangan, Bappenas dan kementerian lain secara subtansif. Pembahasan ke depan akan menjadi jalan yang mudah bagi kami dalam mempercepat seluruh pembahasan,” tandasnya.

Ditambahkannya, pemerintah juga sementara menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM), setelah itu akan dibawa ke tingkatan pembahasan selanjutnya.

“Kita harapkan pemerintah Pusat akan memberi sinyal kuat bagi daerah kepulauan, untuk memberikan keadilan bagi formula perhitungan untuk wilayah laut, bukan hanya bagi wilayah daratan karena tidak fair,” kata Mercy.

Berita Lainnya
Hadapi Libur Natal, Pelni Tambah Dua Kapal AMBON, TAJUKTIMUR.COM - PT Pelni Cabang Ambon akan menambah dua armada guna mendukung delapan armada...
NTP Maluku November 2018 Naik 0,39 Persen AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Maluku pada November 2018 sebesar 100,92 a...
Seorang Nelayan Namlea Dilaporkan Hilang di Laut AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Seorang nelayan asal Namlea, Kabupaten Buru, Maluku dilaporkan hilang oleh k...
Jelang Natal dan Tahun Baru, Pasokan Listrik Wilayah Maluku dan Maluku Utara Aman AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah meminta masyarakat Maluku dan Maluku Utara tak perlu khawatir ata...
Nelayan Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi Laut Maluku AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Para nelayan tradisional diimbau mewaspadai gelombang tinggi di laut Maluku ...
Kanal: Maluku