Loading...

Waspadai Angin Kencang Wilayah Selatan Maluku

AMBON, TAJUKTIMUR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, terutama para nelayan tradisional agar mewaspadai angin kencang di wilayah Selatan Provinsi Maluku pada beberapa hari ke depan.

BMKG Stasiun Pattimura Ambon, Minggu (15/7/2018), mencatat, angin dengan kecepatan lebih dari 30 Km per jam berpeluang terjadi di Kota Tual, kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara Barat (MTB) maupun Maluku Barat Daya (MBD).

Kabupaten Kepulauan Aru, MTB maupun MBD merupakan wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3 T) yang berbatasan dengan Australia dan Timor Leste.

Sering nelayan asal Maluku yang menangkap ikan di Laut Arafura “hanyut” ke perairan Australia sehingga diamankan aparat keamanan setempat, selanjutnya dipulangkan ke Indonesia.

Sedangkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir terjadi di Kota Ambon serta kabupaten Maluku Tengah, Buru, Seram Bagian Barat (SBB) maupun Seram bagian Timur (SBT).

Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang Gelombang setinggi 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Banda, perairan Selatan Ambon, Laut Seram, Laut Maluku, perairan kepulauan Sermata, Kabupaten MBD hingga kepulauan Tanimbar, kabupaten MTB, perairan kepulauan Kai hingga kepulauan Aru serta Laut Arafura.

Karena itu, para nelayan yang hendak menangkap ikan jangan memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional.

Armada tradisional tidak kuat menahan kondisi cuaca tersebut dengan sewaktu-waktu terjadi perubahan kecepatan angin sehingga mempengaruhi tinggi gelombang.

Imbauan kondisi cuaca telah disampaikan melalui masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para bupati maupun wali kota.

Bila terjadi kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan.

Berita Lainnya
TPID Maluku Satukan Langkah Hadapi Natal AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mencatat, Tim pengenda...
BMKG: Waspadai Hujan Lebat di Laut Maluku AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon ...
Tour de Ambon Manise jadi Pengembangan Wisata AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Staf Kodam XVI/Pattimura Brigjen TNI Asep Setia Gunawan yang menjadi ...
Pemprov Maluku Luncurkan Program ‘Dewi Bulan’ AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon meluncurkan program...
PKK Provinsi Maluku Canangkan Gerakan Perempuan Tanam Pohon AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) provinsi M...
Kanal: Maluku