Loading...

Anak TK Pawai Bawa Replika Senjata, Polisi Lakukan Pemeriksaan Pihak Sekolah

PROBOLINGGO, TAJUKTIMUR.COM – Sebuah video yang beredar di jejaring sosial memperlihatkan anak-anak usia TK bercadar dan membawa senjata tengah ramai diperbincangkan netizen.

Atribut yang digunakan oleh peserta Pawai Budaya TK Kartika V Probolinggo tersebut, menuai banyak kontroversi di media sosial. Hal itu karena pakaian yang digunakan itu dikaitkan oleh netizen dengan terorisme.

Terkait hal tersebut, kepolisian memeriksa intensif kepada pemilik sekolah yakni TK Kartika V Probolinggo.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera membenarkan adanya pawai tersebut, dalam sebuah Pawai Budaya tingkat TK di Probolinggo, Jawa Timur. Menurutnya, koordinasi telah dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pawai budaya tersebut. Pawai itu merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahunnya.

“Tahun ini temanya Pawai Budaya Bhinneka Tunggal Ika. Pelaksanaannya kemarin, Sabtu (18/8) pukul 07.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, ada sekitar 158 peserta,” kata Frans.

Sementara, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pawai itu tidak mengajukan izin dari pihak kepolisian. Namun Polres Probolinggo Kota tetap melakukan pengamanan di jalur yang dilalui peserta pawai. Pengamanan dilakukan atas inisiatif dari kepolisian atau spontanitas.

“Benar salah satu peserta pawai No 1 dari TK Kartika V Probolinggo (di bawah naungan Kodim Probolinggo), menggunakan pakaian berhijab dan bercadar hitam dengan membawa replika senjata,” ujar Alfian dalam konferensi pers terkait video viral tersebut.

Tema yang diusung oleh TK Kartika V Probolinggo di bawah pimpinan Kepala Sekolahnya yakni Hartatik, menggunakan tema ‘Bersama Perjuangan Rasulallah Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Allah SWT’.

Selain itu, kostum tersebut dipilih karena alasan memanfaatkan properti yang ada di sekolah, sehingga tidak perlu menyewa kostum. Menurut pemilik sekolah, pemilihan tema tersebut secara spontanitas, tidak ada tujuan yang mengarah kepada tindakan yang melanggar hukum.

“Tema peserta Pawai Budaya dari TK Kartika V Probolinggo, diserahkan kepada panitia pawai budaya pada pagi harinya,” ujar Alfian.

Berita Lainnya
Dubes Saudi: Kalimat Tauhid Memiliki Arti Penting bagi Umat Islam JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Muhammad Abdullah Al ...
PKPU Human Initiative dan Bank Muamalat Gelar Perpustakaan Keliling JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PKPU Human Initiative bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk melakukan keg...
Pemerintah Saudi Jamin Kehidupan Habib Rizieq Shihab JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Osama Muhammad Abdullah al-S...
Inilah Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Agama (Menag), Menteri Ke...
Santri Pondok Tahfiz Baiturrahim Kolaka Juara II MHQ Tingkat ASEAN KOLAKA, TAJUKTIMUR.COM - Santri Pondok Tahfiz Baiturrahim Kolaka, Sulawesi Tenggara Inggit Rahma Sar...
Kanal: Nasional