Loading...

Angka HIV/AIDS Tinggi, Pemprov diminta Tutup Lokasi Maksiat di Jakarta

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Kebijakan Pemprov DKI dalam memberantas tempat maksiat di Ibukota mendapat dukungan penuh dari PKS. Alasannya, partai pendukung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta itu menyebut kalau keberadaan tempat maksiat menjadi faktor pendukung tingginya penderita HIV/AIDS di Jakarta.

“Pokoknya kami dukung niat Pemprov dalam memberangus tempat maksiat. Karena memang manfaatnya tidak ada. Yang ada malah penyebaran virus HIV/AIDS, disanalah sarangnya,” ujar Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi PKS Triwicasana.

Sani, menyebutkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sejak tahun 2009 hingga saat ini ada sekitar 45.758 orang warga Ibu Kota yang dilaporkan mengidap virus tersebut.

”Ini tentu angka yang sangat luar biasa. Bila tidak ada upaya pencegahan maka ini akan terus meningkat,” tegas Sani di Gedung DPRD, Jumat,(2/3) kemarin.

Ia menjelaskan, pemprov melalui dinas kesehatan serta perangkatnya harus mampu melakukan pencegahan. “Cari penyebab utamanya dan tentu saja harus dilakukan pemberantasannya,” katanya.

Lanjutnya, dari data di Kementeian Sosial, Jakarta termasuk salah satu kota yang memiliki peringkat tertingi di Indonesia setelah Papua, Papua Barat dan Jawa Timur.

(fr)

Berita Lainnya
SPKKL Kupang Uji Coba Aplikasi Pelaporan Kejadian Laut Berbasis Android KUPANG, TAJUKTIMUR.COM - SPKKL Kupang mengajak peran serta masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan...
BMKG: Waspada Potensi Banjir dan Longsor Meningkat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau masuknya mus...
Kemenag Uji Coba Sistem Daftar Nikah Online JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Agama telah meluncurkan Sistem Informasi Pernikahan Berbasis W...
KPI minta PRSSNI Dorong Anggotanya Hindari Pelanggaran Siaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta Persatuan Radio Swasta Siaran Nas...
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Kanal: Nasional