Loading...

Antara PKS, Gus Ipul dan Tabiat Politik PDIP

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Dinamika politik dalam pilkada serentak 2018 mewarnai perjalanan lobi-lobi partai menjadi suguhan berita yang menarik untuk diikuti.

Salah satu yang cukup menyedot perhatian adalah Pilkada Provinsi Jawa Timur, dimana Gus Ipul sebelumnya dipasangkan dengan Abdullah Azwar Anas, kader PDIP yang juga menjabat sebagai Bupati Banyuwangi.

Tetapi, sebuah skandal foto syur yang beredar di media sosial membuat Azwar Anas menyanggah ataupun membenarkan.  Akibatnya Azwar Anas memutuskan hengkang dari kursi bacawagub dan mengirimkan surat pengunduran diri ke DPP PDIP.

Selain isu mundurnya Azwar Anas, adalah isu dukungan Partai islam dikaitkan dengan isu keummatan. Aksi 212 di anggap beberapa pihak sebagai tonggak kebangkitan politik islam di negeri ini. Salah satu partai yang mendapat perhatian dan menjadi harapan serta representasi islam politik adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Di Pilgub Jawa Timur, PKS tercatat sejak awal memang sudah memutuskan untuk mendukung Gus Ipul. Apa yang mereka sebut sebagai rekomendasi dari para ulama tradisional, yang memang masih menjadi rujukan masyarakat Jatim menentukan pilihan politik.

Tapi masyarakat islam politik dan netizen sebagai representasi ummat islam indonesia yang peduli dengan politik mulai meributkan pilihan politik PKS ketika PDIP bergabung dalam koalisi. Mereka menganggap bahwa “tak pantas” partai yang mewakili pilihan ummat islam bersanding dengan partai yang selama ini diidentikkan sebagai partai pendukung penista agama plus partai yang mendukung rezim yang di anggap seringkali membuat geram ummat islam.

Salah satu akun twitter milik @UstadzThamrin mencoba menjelaskan secara rasional duduk perkara sebenarnya dan membeberkan kronologis hingga Partai dakwah tersebut bisa satu kubu dengan PDIP.

Berikut kultwit lengkapnya:

1. Saifullah Yusuf adalah kader NU tulen, setelah reformasi beliau pemuda NU masuk parlemen DPR Pada Pemilu 1999, masuk parlemen melalui PDIP. #SalahPKS

2. Masuk via PDIP, Saifullah dianggap sebagai lambang kedekatan Gusdur & Megawati karena Saifullah adalah orang kepercayaan Gus Dur yg ditempatkan di PDIP. #SalahPKS

3. Hubungan Gus Dur-Megawati tahun 2000 merenggang, maka 2001 Saifullah “dipaksa” mundur dari DPR & PDIP krn dianggap hanya “titipan”, Gus Ipul mundur, lalu kembali ke PKB. #SalahPKS

4. Pada muktamar PKB tahun 2002, Saifullah terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PKB. Sampai saat ini beliau masih pengurus pusat PKB. #SalahPKS

5. Karier Politik Gus Ipul mulai naik ketika thn 2007 di lamar oleh PKS dan PAN utk ikut Pilkada 2008 berpasangan dengn Sukarwo pilihan Demokrat. Modal kursi 15%. #SalahPKS

6. Saingan terberat Soekarwo-Saifullah (Karsa) adalah dari PDIP Sutjipto – Ridwan Hisyam (SR) modal suara 21%. Namun yg masuk putaran 2 adalah Soekarwo dan Khofifah, putaran 2 PDIP dukung Khofifah. #SalahPKS

7. Lagi2 PDIP pada putaran 2 kalah melawan Soekarwo setelah memilih Khofifah. Thn 2008 Pertarungan berat Gus Ipul melawan PDIP. Namun PDIP kalah 2x. #SalahPKS

8. Selama 5 tahun menjabat, Oposisi yg sering menghambat program Karwo Saifullah adalah PDIP. Sila searching. Wajar, namanya juga oposisi. #SalahPKS

9. Stelah pilkada 2008 Lalu pilkada Jatim 2013, lagi2 PDIP harus bertarung dengan Pasangan Karwo Syafullah jilid 2, KarSA di dukung Demokrat, PKS, PAN, Golkar, PPP, Gerindra. #SalahPKS

10. Lagi2 pemenang Pilgub Jatim adalah Demokrat, PKS dan kawan2.

PDIP kembali luluh lantak di Jatim, Soekarwo Saifullah menang telak, Bambang DH jago PDIP tumbang. #SalahPKS

11. Masuk Pilkada 2018, jauh2 hari PKS & PAN mulai sosialisasi bahwa akan mendukung Gus Ipul utk Jatim 1 mengganti Soekarwo. Ipul & Karwo berprestasi. Ipul juga didukung PKB. #SalahPKS

12. Tanpa diduga, punya pengalaman kalah 2x di 2008 & 2013 membuat PDIP kapok, sudah tak punya kader dan popularitas menurun, akhirnya “bajak” Saifullah Yusuf yg sedang digadang PKB, PKS & PAN. #SalahPKS

13. PDIP bergerak cepat “bajak” dengan klaim dukungan ke Saifullah mendahului dukungan PKS. PDIP tak mau melawan koalisi PKS – Saifullah yg selalu menang 2 periode, krn kekalahan didepan mata. #SalahPKS

14. Akhirnya PDIP mendukung rivalnya yg selama 2 periode menjadi lawan berat. Lalu Apakah PKS akan meninggalkan Saifullah yg sudah bersamanya dlm 10 thn (2 periode) ? #SalahPKS

15. Tak punya kader, “bajak” kader PKS di Maluku Utara, Tak punya kader “bajak” pilihan PKS di Sulsel, tak punya kader, “bajak” dukung Saifullah di Jatim. Sehingga menjadi #SalahPKS

16. Tapi orang2 menganggap itu semua #SalahPKS, krn hanya mampu mencari tokoh bagus dan dukung 2 periode, namun ketika akan memilih lagi di telikung PDIP. Knp PDIP tak salah ? Knp jadi Salah PKS ? Entahlah.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
KPU Tetapkan DPT Hasil Perbaikan untuk Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno terbuka Daftar Pemilih T...
Polisi Tangkap Perusak Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru PEKANBARU, TAJUKTIMUR.COM - Polisi telah menangkap seorang terduga perusak atribut Partai Demokrat d...
Kapendam Cendrawasih: Situasi Nduga Berangsur Normal JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mene...
SBY Sayangkan Perusakan Atribut Demokrat di Pekanbaru RIAU, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyayangkan perusa...
Bawaslu Catat 192.129 Laporan dan Pelanggaran Kampanye JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menemukan dan menerima setidaknya 19...
Kanal: Nasional Pilkada