Loading...

Bapertarum Resmi Ditutup, Iuran ASN Bakal Dikelola BP Tapera

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) secara resmi ditutup oleh Pemerintah pada tanggal 24 Maret 2018. Penutupan tersebut menyusul diterbitkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Menurut Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) Lana Winayanti, sesuai UU Tapera Pasal 77 disebutkan, dana tabungan milik aparatur sipil negara (ASN) aktif dan pensiun akan dikembalikan kepada peserta beserta hasil pemupukannya.

“Bagi ASN aktif otomatis akan beralih menjadi peserta Tapera. Mereka akan tetap dipungut iuran sesuai golongannya. Kemudian, ketika Badan Pengelola (BP) Tapera terbentuk, maka mereka yang akan mengelola,” katanya di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Ia menjelaskan, proses pengalihan hak dan aset peserta ASN sudah tuntas hingga 24 Maret tahun ini. Ia menuturkan, saat ini BP Tapera sedang dilakukan pembentukan panitia seleksi untuk memilih komisioner dan deputi.

“Panitia seleksi terdiri dari pihak terkait dengan Ketua Panitia Seleksi adalah Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR. Dengan terbentuknya BP Tapera, ke depannya diharapkan para ASN di seluruh Indonesia mempunyai kesempatan bantuan untuk mendapatkan hunian layak,” ujarnya.

Lana juga menjelaskan, pada perkembangan berikutnya, BP Tapera diwacanakan akan diintegrasikan dengan aneka skema bantuan program perumahan pemerintah, termasuk mengundang pihak lain untuk bergabung, misalnya BPJS Ketenagakerjaan dan penyedia program perumahan lainnya seperti Asabri.

“Tentu secara bertahap harus dibicarakan dengan seksama,” katanya.

Sementara, Dirut Bapertarum Heroe Soelistiawan mengatakan, sejak berdiri pada 15 Februari 1993 berdasarkan Kepres No 14/1993 jo Kepres 46/1994, total aset tunai dan non tunai hampir Rp9 triliun yang terdiri berupa rekening tabungan kelolaan mencapai Rp8,9 triliun dan non tunai berupa gedung dan alat operasional lainnya senilai Rp2,6 miliar.

Terkait dengan pengembalian Tabungan Perumahan PNS (Taperum-PNS), dia menjelaskan, sudah dilakukan sejak 19 Maret 2018 kepada pensiun aktif PT Taspen sebanyak 1,2 juta orang dengan nilai Rp2,6 triliun.

Sedangkan untuk ASN pensiun tidak aktif atau punah, akan dilakukan melalui Bank BRI kepada sebanyak 311.734 orang senilai Rp688,8 miliar.

Definisi ASN pensiun aktif yaitu yang masih mendapatkan pembayaran pensiun dari Taspen. Sedangkan ASN pensiun tidak aktif/punah yaitu pensiun ASN atau ahli waris pensiun yang sudah tidak mendapatkan pembayaran pensiun dari Taspen.

“Jika ada ASN atau pensiun dan keluarga ahli waris ingin bertanya terkait informasi pembubaran bisa bertanya melalui call center 021-725404 atau website www.bapertarum-pns.co.id,” katanya menambahkan.

(as)

Berita Lainnya
Kelompok Cipayung Plus Bantah Isu Dukung Jokowi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Para Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus memba...
10 Pemerhati Anak Terima Penghargaan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Nasional Perlindungan Anak pada Minggu memberikan penghargaan kepad...
BMKG: Hujan Ekstrim Berpotensi Terjadi hingga Desember BOGOR, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor...
Ma’ruf Amin: Program Jokowi dirasakan Masyarakat LEBAK, TAJUKTIMUR.COM - Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan program yang dijalankan Presi...
Soal Perda Keagamaan, Maarif Institute Sayangkan Kriminalisasi Grace Natalie JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Eksekutif Maarif Institute Muhd Abdullah Darraz menyayangkan krim...
Kanal: Nasional