Loading...

Bertemu Menhub, RSA Indonesia Gandeng Pemerintah Sosialisikan Keselamatan di Jalan Raya

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Road Safety Association (RSA) Indonesia melakukan pertemuan bersama Kementerian Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (2/1).

Dalam pertemuan ini, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menerima langsung tim RSA Indonesia yang diwakili Badan Kehormatan Rio Octaviano, Badan Pengawas Lucky Junan Subiakto, Ketua Umum Ivan Virnanda dan dua anggota Divisi Kegiatan Citra Ayu Lestari dan Edwin Ramdan.

Ivan Virnanda, selaku Ketua Umum RSA Indonesia, menjelaskan hadirnya RSA di tengah masyakarat membawa pesan bahwa keselamatan di jalan raya.

“Road Safety Association adalah LSM pegiat keselamatan jalan raya ini lahir dari keprihatinan terhadap angka korban kecelakaan lalu lintas yang tinggi di Indonesia, bahkan 70-an nyawa harus hilang di jalan raya setiap harinya,” ungkap Ivan.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Kehormatan RSA Indonesia, Rio Octaviano mempertanyakan mengapa hingga saat ini tidak ada badan berskala nasional yang khusus mengurusi keselamatan jalan.

Lebih lanjut Ia menyampaikan kegiatan yang dilakukan RSA Indonesia. “Kita turun ke lapangan, menyampaikan pesan-pesan road safety langsung ke kantung kantung masyarakat seperti di lingkungan tempat tinggal, komunitas dan klub, ormas, hingga ke private sector,” ungkap Rio kepada Menhub didampingi Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Budi Setiyadi, Direktur Keselamatan Transportasi Darat Yani dan Staf Ahli Keselamatan Cris Nanto.

Sementara, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyambut baik kehadiran RSA Indonesia di tengah-tengah masyarakat.

Ia berharap RSA Indonesia untuk bekerja sama dengan Dirjen Perhubungan Darat untuk melaksanakan sebuah program yang disebutnya harus fokus, memiliki keunikan tersendiri dan bisa didengar oleh masyarakat bahwa program tersebut ada.

“Yang penting buat program yang fokus, uniequeless, dan ‘bunyi’,” Katanya.

Menhub menitikberatkan pada tiga poin tersebut karena merasa apa yang dilakukan Kemenhub selama ini kurang direspon baik oleh masyarakat dan bahkan kurangnya perhatian dari media massa dan kalangan internal kabinet kerja sendiri.

“Silakan (bicarakan) dengan dirjen, detailnya. Pokoknya program yang ada harus tiga tadi itu, fokus, unik dan ‘bunyi’,” tegas Menhub.

(dwi/ttcom)

Berita Lainnya
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Seluma Bengkulu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 mengguncang Seluma, Bengkulu, Sab...
Jumat ini KPK Jadwalkan Ulang pemeriksaan Rommy JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Romah...
Gempa Bumi Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pangandaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. P...
Penyebar Konten Terorisme Diancam UU-ITE, PKS: Bersikap Bijaklah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menanggapi kejadian terorisme yang membunuh puluhan umat Islam yang sedang...
F-PKS Minta Kemenlu dan KBRI Lindungi WNI di Selandia Baru JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengutuk penembakan brutal kepada pulu...
Kanal: Nasional