Loading...

BNPB: Korban Jiwa Akibat Gempa Lombok Bertambah 105 Orang

LOMBOK, TAJUKTIMUR.COM – Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) menyebutkan hingga siang ini jumlah korban tewas akibat gempa bumi tektonik berkekuatan 7 skala richter (SR) yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu malam lalu bertambah menjadi 105 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan mayoritas korban tewas berasal dari Lombok Utara sebanyak 78 orang, Lombok Barat 16 orang, Kota Mataram empat orang, Lombok Timur tiga orang, Lombok Tengah dua orang dan Denpasar dua orang.

“Ini masih data sementara, diperkirakan jumlahnya akan bertambah, masih ada korban yang tertimpa bangunan, tim SAR masih berupaya mengevakuasi,” ujar Sutopo, Selasa, di Jakarta.

Sutopo mengatakan saat ini tim SAR gabungan tengah mengevakuasi beberapa korban yang tertimpa bangunan roboh, baik masjid, puskesmas, kantor, perumahan dan fasilitas umum lainnya, terutama di Lombok utara dan Lombok Barat.

Sutopo juga memastikan jika seluruh korban tewas itu merupakan WNI.

Selain itu, kata Sutopo, 236 orang terluka, ribuan rumah rusak dan ribuan orang mengungsi.

Hari ini tim SAR gabungan, membagi wilayah operasi pencarian dan evakuasi korban menjadi lima titik.

Di sektor A, tim SAR gabungan berupaya menyelamatkan korban yang tertimpa bangunan masjid roboh di Desa Lading-lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Sektor B di Puskesmas Tanjung, sektor C di Desa Supek, Muara Penjalin, Tanjung, dan Sektor D di masjid Pamenang. Sementara sektor E di 3 gili destinasi wisata, yaitu Gili Terawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

Masa tanggap darurat penanganan bencana berlaku hingga 11 Agustus 2018. Ini merupakan perpanjangan masa tanggap darurat penanganan bencana dari gempa sebelumnya.

Gempa tektonik berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok, Minggu malam, pukul 18.46 WIB. Gempa susulan terus terjadi dengan intensitas semakin mengecil.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami dan mengakhirinya pada pukul 20.25 WIB.

BMKG juga menyebutkan jika ini merupakan gempa utama dari rangkaian gempa sebelumnya.

Lokasi gempa tak jauh dari pusat gempa sepekan sebelumnya yang berkekuatan 6,4 skala richter dan mengguncang Bali, Lombok, hingga Sumbawa. Gempa pekan lalu itu menewaskan 17 orang, 365 terluka dan membuat ribuan orang mengungsi.

Berita Lainnya
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Kementerian LHK Digabung, Ini Penjelasan JK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan penggabungan Kementerian Lingkungan...
KPU: Debat Kedua Pilpres Lebih Lancar JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan pelaksanaan d...
Indef: Visi Jokowi Terkait B100 Sulit Dicapai JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly ...
Soal Ledakan, Wiranto: Ada pihak yang iseng dan usil sengaja membuat kericuhan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wi...
Kanal: Nasional