Loading...

BPOM Perkuat Pertukaran Informasi Awasi Obat-Makanan

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat pertukaran informasi dengan lintas lembaga dan unsur masyarakat untuk peningkatan pengawasan peredaran obat dan makanan.

Dalam tiga bulan terakhir telah dilakukan pertukaran strategi lintas sektor dan peninjauan strategi, kata Kepala BPOM Penny Lukito di sela Pertemuan Lintas Sektor Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Jakarta, Jumat..

Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat oleh Presiden Joko Widodo pada 3 Oktober 2017 menunjukkan perlindungan masyarakat dari obat ilegal dan penyalahgunaan obat lebih efektif jika dilakukan bersama.

Pencanangan Aksi Nasional dilakukan melalui tiga strategi, yaitu pencegahan, deteksi, dan respons.

“Strategi konsisten dan persisten ini harus dilakukan karena mereka para distributor dan produsen produk ilegal juga mempunyai daya tahan yang harus diantisipasi,” kata Penny.

Ia mengatakan strategi pencegahan dilakukan melalui komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya obat ilegal dan penyalahgunaan obat.

Aksi nasional tersebut dilakukan dengan koordinasi lintas sektor seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kepolisian, Kejaksaan Agung, Badan Narkotika Nasional, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kementerian/embaga terkait, dunia usaha serta unsur masyarakat.

Dia mengatakan pencegahan produksi dan distribusi produk ilegal bisa dilakukan sejak dini seperti dengan mencegah peredaran bahan baku. Hal itu, tentu tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPOM dan unsur pemerintah saja, tetapi juga dengan partisipasi dunia usaha dan masyarakat.

Dalam rangkaian aksi tersebut, Penny mengatakan perlu juga edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjauhi produk ilegal dan berbahaya.

Oleh karena itu, BPOM juga menggandeng dunia pendidikan sehingga bisa turut memasukkan matrikulasi mata ajar kepada siswa mengenai bahaya produk ilegal.

(fr)

Berita Lainnya
Australia Harus Batalkan Kebijakannya Soal Ibukaota Israel JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kebijakan Australia yang mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel ...
Indonesia Diminta Berperan Lebih Stategis Hentikan Diskiriminasi Terhadap Suku Uighur JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sekitar 1 juta suku Uighur yang merupakan warga Xinjiang, Tiongkok yang be...
Tanamkan Jiwa Bahari, PJ91 Gelar Reuni diatas KRI 591 SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM, - Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) provinsi Jawa Timur kembali menggela...
Kreativitas Jurnalis Muda Meningkatkan Literasi Warga BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Kaum muda millennial harus kreatif, karena perkembangan ilmu dan teknologi ...
Inilah Wilayah Jabodetabek yang Berpotensi Banjir di 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan D...
Kanal: Nasional