Loading...

BSJB: Aksi Debat Capres Kedua Realisasikan atau Ultimatum?

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Debat kandidat menjadi salah satu sarana penting mengenal pemimpin Indonesia untuk lima tahun mendatang. Kualitas debat yang baik akan menghasilkan gagasan cemerlang untuk menjawab setiap permasalahan yang ada. Kelayakan pemimpin Indonesia pun salah satunya mengacu pada respon yang baik terhadap pertanyaan spontan agar kita dapat mengetahui kesigapannya.

Debat kandidat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) pertama yang diselenggarakan pada 17 Januari 2019 di hotel Bidakara memicu kekhawatiran dari berbagai macam pihak, Karena kualitas debat pertama dinilai tidak baik.

“Mulai dari kisi-kisi debat yang diberikan kepada masing-masing kandidat. Moderator debat yang mengambil waktu sebanyak 30 persen, padahal di Amerika saja moderator hanya mendapatkan waktu 8 persen. Jawaban dari masing-masing kandidat yang masih tidak sesuai dengan substansinya. Bahkan, saling menyerang antara satu dengan yang lainnya,” terangnya.

Ketua koordinator BSJB, Muhamad Abdul Basit mengatakan, perlu adanya debat kandidat yang berkualitas agar masyarakat dapat menentukan pilihannya sesuai dengan ide dan gagasan yang dibawa oleh masing-masing kandidat.

“Kami dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) regional BEM Se-Jabodetabek dan Banten (BSJB) menginginkan adanya debat kandidat yang berkualitas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada debat kandidat yang pertama, kami telah melakukan aksi di Hotel Bidakara yang bertajuk #DebatCapresDiKampus,” katanya.

Oleh karenanya, sambung Basit, kami meminta kepada KPU RI untuk melaksanakan debat kandidat ke-5 diadakan di kampus dengan melibatkan secara aktif civitas akademika kampus dan masyarakat.

Ia mengaku ada sekitar 1000 orang yang telah menandatangani melalui petisi di banner untuk meminta adanya debat capres dikampus dengan melibatkan secara aktif civitas akademika kampus dan masyarakat.

“Jika ini tidak segera direalisasikan, maka kami dari BEM SI regional BSJB akan melakukan ultimatum kepada KPU RI yang tidak profesional terhadap segala janjinya untuk menyelenggarakan pemilu yang baik dan berkualitas,” tutup Muhamad Abdul Basit.

Berita Lainnya
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Seluma Bengkulu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 mengguncang Seluma, Bengkulu, Sab...
Jumat ini KPK Jadwalkan Ulang pemeriksaan Rommy JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Romah...
Gempa Bumi Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pangandaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. P...
Penyebar Konten Terorisme Diancam UU-ITE, PKS: Bersikap Bijaklah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menanggapi kejadian terorisme yang membunuh puluhan umat Islam yang sedang...
KPU Maluku Utara jadwalkan pemasangan iklan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) menjadwalkan pem...
Kanal: Nasional Pemilu