Loading...

Disperindag: ASN Dilarang Menggunakan Elpiji Subsidi

GUNUNG KIDUL (TAJUKTIMUR.COM) – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau aparatur sipil negara (ASN) setempat tidak menggunakan elpiji tiga kilogram bersubsidi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindag) Gunung Kidul Hidayat di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan ASN bukan golongan yang berhak menerima subsidi sehingga diimbau agar tidak menggunakan elpiji subsidi.

“Elpiji tiga kg itu kan untuk masyarakat miskin. Bagi saya, siapa pun yang penghasilannya di atas UMK sudah berada di atas garis kemiskinan. Jadi tidak berhak membeli elpiji subsidi,” katanya.

Dia mengatakan elpiji tiga kg merupakan produk bersubsidi dan diperuntukkan bagi warga dari kalangan tidak mampu atau yang berpenghasilan di bawah UMK.

“Tinggal bagaimana pegangan moral dari diri masing-masing. Sebenarnya tidak hanya untuk ASN, masyarakat lain, pekerjaan apapun selama penghasilannya di atas UMK berarti dia mampu dan tidak berhak membeli gas subsidi,” tuturnya.

Hidayat mengatakan, hal ini masih sebatas imbauan sehingga tidak ada hukuman (punishment) dari pemerintah daerah kepada ASN yang kedapatan menggunakan elpiji tiga kg.

Selama ini, Pertamina hanya bersifat persuasif menuliskan sasaran penggunaan pada tabung untuk menyadarkan bahwa elpiji tersebut hak warga miskin.

Diakui Hidayat, sistem pendistribusian barang subsidi tak dipungkiri selalu memunculkan permasalahan. Hal ini lantaran barang tersebut masih diperjualbelikan secara bebas sehingga siapa saja bisa membelinya.

Oleh karenanya, ia menilai harus ada perubahan sistem untuk menangani persoalan elpiji subsidi yang diketahui tidak tepat sasaran.

“Akibatnya, kelangkaan pun sering terjadi karena stok yang terbatas namun permintaan melebihi kuantitas yang ada,” katanya.

Kasi Distribusi Disperindag Gunung Kidul Sigit Haryanto menyampaikan selain memantau elpiji tiga kg, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap kebutuhan pokok lainnya. Seperti? beras kualitas medium kini sulit ditemukan di lapangan.

“Kami terus melakukan pemantauan,” katanya.

(as)

Berita Lainnya
Bakamla Tangkap Kapal Muat Kabel Optik Ilegal BATAM, TAJUKTIMUR.COM -- Petugas patroli dari Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengamankan sebuah kapal yang membawa lima ton kabel optik di perairan seb...
Rudiantara: Palapa Ring Paket Tengah Selesai September 2018 JAKARTA, TAJUKTIMUR. COM — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meyakini proyek Palapa Ring paket tengah selesai September 2018 setelah menya...
Golkar Indonesia Timur ingin Jokowi Tetapkan Airlangga Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar wilayah Indonesia Timur Melkias Marcus Mekeng mengatakan seluruh ka...
Kedapatan ASN Merokok, Pemkot Bandung Akan Potong TKD BANDUNG, TAJUKTIMUR.COM — Pemerintah Kota Bandung mengancam aparatur sipil negara (ASN) yang kedapatan merokok di area kantor pemerintahan akan diberi...
Heboh Temuan KTP-el Tercecer Di Jalan, Dukcapil Minta Maaf BOGOR, TAJUKTIMUR.COM —- Warga Semplak, Bogor dihebohkan oleh peristiwa tercecernya Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) yang jumlahnya diperkirak...
Kanal: Nasional