Loading...

Dukcapil: Lebih dari 296 Juta Kartu Prabayar Teregistrasi dengan NIK

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Sebanyak 296.270.269 nomor kartu prabayar sudah teregistrasi sesuai dengan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Zudah Arif Fakrulloh dalam siaran pers yang diterima tajuktimur.com, Jumat (2/3/2018)

“Itu perkembangan registrasi kartu prabayar sampai dengan hari Selasa 27 Februari 2018,” kata Zudan.

Dia mengatakan jumlah kartu yang teregistrasi tersebut terdiri dari beragam provider atau instansi yaitu Telkom Indihome 54.671, Exelcomindo 42.362.769, Smartfren 588.086, STI Ceria 8.776, Telkomsel 139.934.665, Indosat 100.538.309 dan Hutchinson 3 sebanyak 12.782.993.

Menurut Zudan sejak 20 Februari 2018, Ditjen Dukcapil telah memperbesar kuota registrasi dua kali lipat bagi masing-masing instansi per hari sehingga proses pendaftaran lebih lancar. Kuota Telkomsel, misalnya, dinaikkan menjadi 10 juta NIK per hari, Indosat lima juta, Exelcomindo lima juta, Smartfren tiga juta, Three tiga juta, dan STI satu juta.

Mengenai laporan pengguna kartu prabayar yang gagal melakukan registrasi, Zudan mengatakan disebabkan beberapa kemungkinan. Pertama kesalahan memasukkan NIK, menggunakan nomor kartu keluarga lama atau pindah alamat dengan membuat NIK baru berakibat data kependudukan ganda.

Zudan pun menyatakan, masyarakat yang gagal melakukan registrasi dapat menghubungi call centre Dukcapil di nomor 1500 537. Proses registrasi masih bisa dilakukan pada Maret hingga April 2018.

(fr)

Berita Lainnya
SPKKL Kupang Uji Coba Aplikasi Pelaporan Kejadian Laut Berbasis Android KUPANG, TAJUKTIMUR.COM - SPKKL Kupang mengajak peran serta masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan...
BMKG: Waspada Potensi Banjir dan Longsor Meningkat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau masuknya mus...
Kemenag Uji Coba Sistem Daftar Nikah Online JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Agama telah meluncurkan Sistem Informasi Pernikahan Berbasis W...
KPI minta PRSSNI Dorong Anggotanya Hindari Pelanggaran Siaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta Persatuan Radio Swasta Siaran Nas...
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Kanal: Nasional