Loading...

Fadli Zon: Gerindra Tetap Usung Prabowo Subianto di Pilpres 2019

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan bahwa seluruh kader Gerindra tetap mendukung Ketua Umum Prabowo Subianto untuk maju lagi sebagai calon presiden pada Pilpres 2019.

Ia merasa bahwa kekuatan Jokowi yang digambarkan dalam program ini hanya soal intonasi saja. Padahal secara nyata kekuatan Jokowi tidak tergambar dan terasa masih meragukan.

Lalu kenapa Gerindra belum berani mendeklarasikan Prabowo sebagai calon presiden, Fadli menyampaikan bahwa ini masih sangat jauh dari konstalasi yang permanen.

“Kita masih 1 tahun 2 bulan lagi ke pemilu legislatif. Masih ada lima partai yang belum mendukung atau menentukan calon lain. Karena itu, ada kemungkinan besar ada calon lain,” katanya.

Kata Fadli Zon, saat ini memang masih terasa bahwa baru ada dua calon saja. Jokowi dan Prabowo. Karena itu, Gerindra ingin mendukung dan mendorong Prabowo dalam konstalasi itu dan bukan untuk mengejar kekuasaan.

“Saat ini ada yang ingin Pak Prabowo jadi cawapres Jokowi atau jadi king maker saja. Ini perang urat saraf yang gentar menghadapi Pak Prabowo. Dulu perbedaan sangat tipis, 3 persen dan kami pegang catatan kecurangan,” katanya.

Menurut Fadli Zon, selama ini banyak janji Jokowi yang tidak tercapai. Pertumbuhan ekonomi yang ditarget 7-8 persen, saat ini hanya 5 persen saja. Karena itu, banyak target yang tidak tercapai.

“Yang ditargetkan tidak tercapai, pengangguran juga tidak tercapai,” katanya.

Menurutnya, ada tiga soal mendasar dari pemerintahan Jokowi. Pertama soal infrastruktur dengan struktur yang tidak jelas. Padahal dulu yang dikampanyekan revolusi mental tapi sekarang justru pembangun fisik.

“Mencabut subsidi, bbm, listrik dan lainnya. Menumpuk utang, rekor dalam sejarah republik, meski ada yang bilang ini masih di bawah rasio. Padahal harus dilihat sejauh mana kita mampu membayar utang,” katanya.

Menurut Fadli, masih banyak praktik yang bertolak belakang. Pemerintah Jokowi selalu memberi karpet merah kepada IMF, padahal dulu salah satu yang menghancurkan perekonomian Indonesia. Fadli Zon kemudian memberikan tiga pertanyaan mengenai apa yang terjadi dan dirasakan masyarakat saat ini.

“Satu, apakah hidup makin sulit atau makin mudah. Banyak yang bilang makin sulit. Dua mencari pekerjaan makin mudah atau susah. Banyak yang jawab susah. Tiga, apakah harga makin mahal atau murah, dan banyak yang jawab makin mahal,” katanya.

Fadli kemudian melanjutkan dengan keadaan itu bahwa Jokowi sudah diberikan kesempatan untuk melakukan perubahan, tapi perubahaan dari sisi pertumbuhan yang makin jelek.

“Ini adalah kesempatan bagi kami mendukung Pak Prabowo. Kami Gerindra mencalonkan Prabowo dan Insha Allah menang,” katanya.

Sementara calon wapres, menurut Fadli masih ada PKS dan PAN yang telah lama berkoalisi. Lalu juga dengan Demokrat atau Golkar, karena semua ini belum pasti.

“Dulu dengan Golkar bolak-balik dan akhirnya juga mendukung Pak Prabowo,” katanya.

(fr)

Berita Lainnya
Australia Harus Batalkan Kebijakannya Soal Ibukaota Israel JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kebijakan Australia yang mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel ...
Indonesia Diminta Berperan Lebih Stategis Hentikan Diskiriminasi Terhadap Suku Uighur JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sekitar 1 juta suku Uighur yang merupakan warga Xinjiang, Tiongkok yang be...
Tanamkan Jiwa Bahari, PJ91 Gelar Reuni diatas KRI 591 SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM, - Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) provinsi Jawa Timur kembali menggela...
Kreativitas Jurnalis Muda Meningkatkan Literasi Warga BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Kaum muda millennial harus kreatif, karena perkembangan ilmu dan teknologi ...
Inilah Wilayah Jabodetabek yang Berpotensi Banjir di 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan D...
Kanal: Nasional