Loading...

Forum Jurnalis Muslim Sesalkan Pernyataan Wartawan Topskor

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menyesalkan cuitan Zulfikar Akbar, wartawan Harian Topskor yang menghujat Ustaz Abdul Somad. Pada 25 Desember 2017 pukul 21.09 di akun twitter @zoelfick, Zulfikar Akbar menulis: “Jadi @ustadabdulsomad, jika ditanya knp negara Hong Kong menolak Anda krn memang terbukti hasil dakwah Anda selama ini telah melahirkan umat yang beringas.”

Ketua Divisi Data dan Informasi Forjim, Dudy Sya’bani Takdir mengungkapkan apa yang disampaikan Zulfikar berpotensi memecah-belah bangsa.

“Bagaimana pun juga Ustaz Somad adalah ulama kebanggaan masyarakat Riau. Pernyataan saudara Zulfikar telah menyakiti hati umat Islam Indonesia, terlebih masyarakat Riau karena dikatakan hasil dakwah Ustaz Somad adalah umat beringas,” ujar Dudy.

Apalagi, jelas Dudy, pada cuitan selanjutnya Zulfikar mengungkapkan bahwa selama ini dakwah Ustaz Somad mengajak umat lebih dekat kepada setan alih-alih kepada Allah.

“Ini jelas penistaan. MUI sendiri tidak pernah memberikan fatwa bahwa ceramah Ustadz Somad sesat dan menyesatkan. Dengan demikian, saudara Zulfikar ini mengganggap bahwa ceramah Ustaz Somad yang kerap menyampaikan ayat-ayat dalam al-Quran itu sesat,” ungkap Dudy.

Secara khusus, Forjim meminta agar Zulfikar tidak melampaui batas apa yang bukan wewenang dia sebagai jurnalis olahraga.

“Apa yang disampaikan saudara Zulfikar ini bukan kritikan, melainkan hujatan. Tanpa dasar, tanpa ilmu, tanpa konfirmasi dia mengeluarkan pernyataan menyakitkan tersebut,” tandas Dudy.

Mengutip pendapat Bill Kovach, Forjim juga mengimbau seluruh jurnalis untuk taat kepada kode etik jurnalistik dan elemen-elemen dasar jurnalisme.

“Mari kita buat iklim di dunia pers yang sehat. Karena seorang jurnalis merupakan rujukan dan tempat bertanya banyak orang. Kalau pribadi jurnalis sering menghujat, akan jadi apa masyarakat kita?,” tegasnya.

Jurnalis, lanjutnya merupakan salah satu tiang penyangga kehidupan berbangsa dan berdemokrasi. “Karena itu jangan jadi jurnalis partisan, mengabdilah pada kepentingan masyarakat, agar tak ada bias dalam kerja jurnalistik yang dilakukan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Aktivis Muda Muhammadiyah, Mustafa B. Nahrawardaya saat dikonfirmasi tajuktimur.com menyayangkan perilaku Zulfikar. Menurutnya meskipun itu pendapat pribadi, sangatlah tidaklah pantas dilakukan.

“Bagaimanapun, pandangan pribadi tetap harus disampaikan di waktu dan tempat yang benar. Namun yang dilakukan Zulfikar, sangat merugikan perusahaan tempat dia bekerja,” kata pria asal Klaten, Jawa Tengah, baru-baru ini.

“Semua orang bisa membacanya, termasuk pelanggan media topskor. Ketika mengetahui ada karyawannya melakukan penghinaan atau fitnah secara terbuka terhadap tokoh masyarakat, bisa menyebabkan pelanggan Media tersebut menjauhi produk perusahaan,” kata Mustafa ketika menjelaskan tagar #BoikotTopskor.

Mustofa menilai, sikap perusahaan memilih memecat Zulfikar, mungkin memang itu sebagai langkah penyelamatan manajemen.

“Perusahaan memilih mengamankan bisnis medianya, ketimbang melindungi satu karyawan. Tapi, perusahaan dibenci banyak orang,” tutupnya.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Jalur Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Jalur pendakian ke Gunung Rinjani melewati Desa Aik Berik, Kecamatan Batuk...
Panglima Kogasgabpad Serahkan Kunci Rumah Kepada Warga Lombok LOMBOK, TAJUKTIMUR.COM - Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Reko...
PKS Targetkan Keterwakilan Perempuan di DPRD Sukabumi Naik SUKABUMI, TAJUKTIMUR.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi menargetkan keterwakilan pe...
Lion Air: Identifikasi Korban Masih Tetap Dilakukan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro m...
BIN: Tujuh PTN di 15 Provinsi Terpapar Paham Radikal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru Bicara Badan Intelijen Nasional (BIN) Wawan Purwanto mengatakan, ada ...
Kanal: Nasional