Loading...

FUI Siap ‘Memutihkan’ KPU

JAKARTA, Adanya kekhawatiran akan terjadinya berbagai praktek kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu 2019, kelompok pendukung pasangan capres/cawapres Prabowo-Sandi, Forum Umat Islam (FUI) siap memutihkan area disekitar gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di jl. Iman Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

Rencananya ribuan massa pendukung paslon 02 dari berbagai daerah akan mendatangi gedung KPU dengan aksi longmarch mulai dari Masjid Sunda Kelapa dan Taman Suropati, Menteng dengan mengenakan dresscode putih-putih.

Kegiatan Apel Siaga Ummat Menuju Pemilu yang Bersih, Jurdil tanpa Kecurangan diprakarsai oleh Forum Umat Islam (FUI), dan rencananya akan dihadiri oleh KH. Abdul Rosyid (pimpinan utama Asyafiiyah), pimpinan Kopasandi, Al Khaththath (Sekjen FUI), ir H.M Saleh Khalid MS (Ketua Pengarah), Al Khaththath (Sekjen FUI) dan para pimpinan ormas Islam lainnya.

“Oleh karena menangkap kegelisahan masyarakat terkait kemungkinan kecurangan yang bakal terjadi pada pelaksanaan pilpres dan pileg serentak 17 April 2019, Forum Umat Islam (FUI) sebagai wadah silaturahim dan koordinasi dari pimpinan dan aktivis ormas dan lembaga-lembaga Islam yang ada di Ibukota Jakarta telah mengadakan sarasehan untuk Pemilu bersih jurdil dan tanpa kecurangan pada hari Minggu (24/2/2019) di masjid al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan dengan menghadirkan ketua Bawaslu DKI M.Jufri, anggota KPUD DKI Partono, dan mantan ketua KPUD DKI Sumarno dan menghasilkan beberapa pemahaman seputar pelaksanaan pemilu dan kemungkinan terjadinya kecurangan dalam pemilu”, jelas Sekjen FUI, Al Khaththath saat memberikan keterangan persnya di masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (28/02/2019).

Sarasehan tersebut ditindaklanjuti dengan apel siaga umat untuk Pemilu bersih jurdil dan tanpa kecurangan oleh FUI bersama ormas-ormas dan komunitas Islam di Jakarta, Jumat 1 Maret 2019 di depan kantor KPU Jalan Imam Bonjol Jakarta dan diharapkan diikuti serentak oleh para Pimpinan dan aktif serta jamaah umat Islam di seluruh Indonesia ke kantor kantor KPUD provinsi dan kabupaten kota di seluruh Indonesia.

Tujuan apel siaga umat adalah menyampaikan kepada komisioner KPU Sebagai penyelenggara Pemilu maupun pihak-pihak lain yang terkait, bahwa : Pertama, umat Islam yang mengikuti apel siaga umat ini siap mengikuti agenda pemilu 17 April 2019 dengan hati yang bersih dan dengan semangat pelaksanaan kewajiban agama sesuai arahan fatwa MUI 2009 dalam Ijtima ulama komisi fatwa 2009 di Padang Panjang tentang pemilu dan arahan ulama dalam hasil ijtimak ulama GNPF 2018 di Jakarta.

Kedua, umat Islam menuntut pihak KPU Sebagai penyelenggara pemilu bisa mewujudkan pemilu yang bersih dan tanpa kecurangan.

Ketiga, umat Islam menuntut pihak-pihak terkait seperti partai-partai caleg dan capres sebagai peserta pemilu Bawaslu dan Panwaslu sebagai pengawas Pemilu maupun aparat keamanan semuanya bertekad mengikuti pemilu 2019 dengan mewujudkan pemilu yang bersih tanpa kecurangan agar terwujud kepemimpinan nasional yang benar dan kuat yang akan mampu memikul beban amanat penderitaan rakyat dan terpilihnya para wakil rakyat yang amanah yang bisa mengawal pemerintahan dengan benar.

Ia juga berharap dengan apel siaga umat dari pelaksanaan apel umat ini mampu mewujudkan pemerintahan dan wakil rakyat yang baru dalam periode 2019-2024 yang benar-benar mampu mewujudkan NKRI yang berkah aman dan Sentosa baldatun toyyibatun warabbun Ghafur.

“Insa Allah kita akan memutihkan KPU untuk memberikan suasana batin agar bersih, putih, tidak ada kecurangan karena yang paling penting penyelenggara pemilu itu bisa mewujudkan pemilu yang jurdil, tidak ada kecurangan”, ujar Al Khathath.

Ia menambahkan, siapapun yang menang dalam pilpres nanti, menurutnya itu sudah merupakan kehendak Allah SWT, yang penting justru tidak ada kecurangan dalam pelaksanaannya. Walaupun pihaknya yakin kalau tanpa kecurangan Prabowo-Sandi yang bakal terpilih menjadi pemenang suara.

“Ini dilihat dari hasil-hasil kampanye dan bagaimana antusiasme masyarakat. Terakhir di Madura yang begitu luar biasa. Apa salahnya, sih kalau Prabowo yang jadi?”, ungkap pegiat Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GIS).

Berita Lainnya
Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Malu...
Fokus Ibadah Ramadan, Haedar Nashir Imbau Medsos ikut ‘Puasa’ MAGRLANG, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau umat Islam...
Selama Ramadan, Pemkot Ternate larang tempat hiburan malam beroperasi TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) melarang tempat hib...
Dilaksanakan Nanti Sore, Inilah Tahapan Sidang Isbat Awal Ramadan 1440H JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Agama akan melangsungkan Sidang Isbat Awal Ramadan 1440 H, pad...
Sandiaga: Kami Berkomitmen untuk tidak Mengambil Gaji se-rupiah pun JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno me...
Kanal: Headline Nasional