Loading...

Gatot Nurmantyo: Masyarakat Jangan Terpancing Isu-Isu Provokatif

SINGAPURA (TAJUKTIMUR.COM) – Singapura- Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu provokatif terkait penyerangan tokoh agama yang beberapa waktu lalu banyak terjadi di Tanah Air.

“Masyarakat jangan jadi ikutan emosi dengan isu-isu itu. Kadang memang ada pihak tidak bertanggungjawab memanfaatkan orang agar dia menang,” ujar Gatot di Singapura, Senin (5/3/2018)

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, dan mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kan polisi sudah memeriksa dari psikologisnya, sudah memeriksa para pelaku. Itu kan berarti sudah bagus penanganannya,” kata Gatot.

Menurut dia, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima informasi saat mendekati Pemilihan Kepala Daerah 2018, salah satunya yakni dengan mencari kebenaran mengenai kabar tersebut.

“Kita harus peka menjelang pelaksanaan pilkada di 171 daerah nanti. Ini harus terus diwaspadai,” ungkap Gatot.

Sebelumnya, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menghimbau TNI/Polri untuk menjaga para ulama dan para pemuka agama yang lain menyusul kasus penyerangan terhadap ulama dan pemuka agama, beberapa waktu lalu.

“Terkait dengan beberapa kejadian yang menimpa beberapa pemuka agama akhir-akhir ini, saya mengimbau agar umat Islam, TNI dan Polri bersama-sama menjaga para ulama dan ustadz,” kata Jenderal Gatot Nurmatyo dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (22/2) lalu.

Gatot bersama Sekjen PB Nahdlatul Ulama Helmy Faizhal Zaini saat menghadiri acara haul Syekh Abdul Qodir Zaelani, Syech Tuan Guru Haji Saleh Hambali, KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), dan Tuan Guru Haji Lalu Badarudin, di Pondok Pesanteren Qomarul Huda Bagu Lombok, Rabu (21/2) mengatakan negara berkewajiban menjaga siapapun dari segala bentuk teror.

Apalagi, kata Gatot, ulama memiliki andil besar terhadap kemerdekaan Indonesia.

Menurut dia, peranan ulama, seperti KH Hasyim Ashari, dan Jenderal Sudirman yang juga sebagai ustadz, atau guru ngaji tidak bisa dibantahkan lagi dalam perjuangan kemerdekaan.

“Saya menjadi panglima TNI karena bimbingan para ulama. Saya mengucapkan terima kasih atas nama seluruh prajurit TNI kepada para ulama yang telah menjaga keamanan dari zaman prakemerdekaan, serta membangun umat Islam yang ‘rahmatan lil allamin’ hingga kini,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu juga mengimbau kepada semua pihak untuk memerangi hoaks di media sosial dengan kebaikan dan kata-kata lembut. Jangan sampai orang Islam diadu dengan orang Islam, seperti yang terjadi di Syria.

“Jangan terpancing oleh situasi. Mari lah kita kubur semua perbedaaan di antara kita. Mari kita bersama-sama menjaga ulama dan menyatukan hati untuk Indonesia,” tuturnya.

(as)

Berita Lainnya
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Satgas Pangan Pantau Stok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Satgas Pangan akan melakukan pemantauan untuk memastikan stok kebutuhan po...
Sandiaga Doakan Calon Penggantinya di DKI BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Sandiaga Uno menghadiri acar...
KPU Akan Tetapkan Hasil Perbaikan DPT Tahap II JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Per...
Pemerintah Harus Tegas pada ‘Genderuwo’ Ekonomi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Praktisi Industri dan Bisnis, Said Didu menilai pemerintah harus tegas men...
Kanal: Nasional