Loading...

Gerindra: Presiden Bisa Nilai Kepala BIN

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Presiden Joko Widodo dapat mereposisi pejabat tinggi di bidang keamanan dalam waktu segera jika dianggap tidak memuaskan dalam kinerja.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menanggapi kelalaian intelijen mengantisipasi rentetan teror bom bunuh diri dan serangan terhadap markas kepolisian di Indonesia.

“Presiden bisa melakukan evaluasi maupun reposisi setiap saat, sebab itu memang wilayah subjektifnya presiden,” ujar Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5).

Sementara Muzani enggan banyak berkomentar ketika ditanya soal penilaiannya atas kinerja BIN maupun jajaran petinggi keamanan yang lain. Ia tidak mau mendesak presiden untuk melakukan penggantian dalam waktu dekat karena presiden mempunyai pandangan tersendiri.

“Presiden sebagai pemegang kendali pemerintahan tentu memiliki kewenangan tersebut. Silakan presiden menilai sendiri, untuk persoalan kali ini saya serahkan kepada presiden saja,” ujar Sekjen Partai Gerindra itu.

Berita Lainnya
Sri Sultan: Warga Merapi yang Mengungsi akan Difasilitasi YOGYAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar...
Polisi Perika Hitler Nababan Terkait Meme Amien Rais – Habib Rizieq JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Penyidik Satreskrim Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, memeriksa anggota DPRD Karawang Hitler Nababan terkait me...
KPU Lantik 86 Orang Penyelenggara Pemilu Tingkat Provinsi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melantik 86 orang penyelenggara pemilu tingkat provinsi periode 2018-2023 untuk 16 daerah, y...
Wings Air Akan Mengudara Ke Pangkalan Bun dari Surabaya PANGKALAN BUN, TAJUKTIMUR.COM -- Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group akan menyediakan alternatif terbaik layanan perjalanan udara...
Anas Urbaningrum Ajukan PK, Bantah Terkait Pensiunnya Artidjo JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku bahwa dirinya mengajukan peninjauan kembali (PK) tidak terkait de...
Kanal: Nasional