Loading...

Gita Wirjawan Jabat Komisaris OnlinePajak

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – OnlinePajak sebagai penyedia jasa aplikasi perpajakan yang telah diresmikan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak mengumumkan Gita Irawan Wirjawan sebagai Komisaris di perusahaanaplikasi sistem perpajakan tersebut untuk memberikan arahan dan nilai strategis yang lebih dalam menjalankan perusahaan.

Gita Wirjawan yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini sudah malang melintang di dunia investasi. Pada Oktober 2011, Ia didaulat menjadi Menteri Perdagangan(Mendag), saat itu UU Perdagangan berhasil disetujui oleh DPR yang merupakan sebuah penanda signifikan untuk Indonesia setelah dalam kurun waktu 80 tahun menggunakan UU peninggalan Belanda.

Menurut pria lulusan Harvard University itu, demi mencapai target pengumpulan pajak Indonesia sebesar 1.423,9 triliun di 2018, perlu adanya kerja sama yang baik dari pemerintah, pengusaha, dan penyedia jasa aplikasi sebagai penyokong teknologi di sistem perpajakan.

“Kami siap berkontribusi sebagai bagian dari reformasi pajak membantu pemerintah dari segi teknologi demi memajukan Indonesia,” kata Gita, Senin (08/01) lalu.

Ia menambahkan, dukungan Automatic Exchange of Information (AEoI) bakal sangat berpengaruh terhadap penerimaan pajak. Melalui AEoI basis pajak dapat meningkat dan tak ada lagi praktik penghindaran pajak serta erosi perpajakan  di tahun ini. Begitu pula dengan penguatan data dan sistem informasi perpajakan.

“Kita tidak bisa mendahului teknologi, namun bisa berjalan berdampingan dengan perkembangannya. Artinya, sistem perpajakan harus benar-benar canggih dan menggunakan teknologi terkini, sehingga semua bisa lebih cepat dan efektif seperti yang diusung OnlinePajak,” ujar Gita.

Sementara, pendiri OnlinePajak Charles Guinot berharap dengan bergabungnya Gita Wirjawan dengan OnlinePajak dapat menularkan energi positif bagi perusahaan. Pada 2017, OnlinePajak berhasil mengumpulkan pajak lebih dari 40 triliun. “Kami yakin dapat berkontribusi lebih baik lagi bagi Indonesia dan menargetkan pengumpulan pajak lebih banyak lagi,” kata Charles.

Sekedar informasi, OnlinePajak telah mengantongi ISO sistem manajemen keamanan informasi, membantu perusahaan untuk mempersiapkan, menyetor, dan melapor pajak melalui satu aplikasi terpadu, yang sepenuhnya terhubung dengan sistem Direktorat Jenderal Pajak.

Aplikasi ini membuat pembayaran pajak menjadi mudah, cepat, dan efisian. Hanya butuh waktu lima menit untuk melakukannya dan bukan 221 jam seperti waktu rata-rata yang diperlukan untuk menyelesaikan semua pembayaran pajak secara benar dan sesuai dengan aturan dalam setiap tahunnya (studi Paying Taxes 2017 yang dilakukan Bank Dunia dan PricewaterhouseCoopers). Tak dapat dipungkiri, memperlancar proses perpajakan pada akhirnya akan membantu meningkatkan kepatuhan dan pendapatan pajak negara.

Saat ini, OnlinePajak telah dipercaya lebih dari 500 ribu penggunanya sebagai penyedia jasa aplikasi, termasuk di antaranya Garuda Indonesia, Telkomsel, Waskita Karya, Go-Jek, Bank Mandiri, PT Astra Otoparts Tbk, dan Huawei Tech Investment.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Seluma Bengkulu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 mengguncang Seluma, Bengkulu, Sab...
Jumat ini KPK Jadwalkan Ulang pemeriksaan Rommy JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Romah...
Gempa Bumi Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pangandaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. P...
Penyebar Konten Terorisme Diancam UU-ITE, PKS: Bersikap Bijaklah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menanggapi kejadian terorisme yang membunuh puluhan umat Islam yang sedang...
F-PKS Minta Kemenlu dan KBRI Lindungi WNI di Selandia Baru JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengutuk penembakan brutal kepada pulu...
Kanal: Nasional