Loading...

GPII Ajak Kaum Millenial Hindari Hoax dan Isu SARA Demi Pemilu 2019

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Ketua umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Masri Ikoni mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk menghadapi pesta demokrasi 2019 (pilpres dan pileg) dengan meriah.

Masri (39) yang selalu aktif diorganisasi kepemudaan ini juga memberikan tips kepada kalangan millenial untuk menghadapi hoax, diantaranya dengan mencek kebenaran dan asal sumber informasi terlebih dahulu.

“Yang pertama kita harus dalami apakah informasi itu benar seperti itu atau tidak dan dari mana sumbernya. Kalau tidak benar ya sudah di delete saja, jangan disebarkan”, ujar pemuda asal Gorontalo ini di kawasan SCBD, Jakarta Kamis malam (20/12/2018).

Menurut Masri, hari ini pemuda harus berpikir kedepan, ke arah Indonesia baru, sehingga Indonesia bisa maju kedepan. Dan pesta demokrasi 2019 adalah momentum yang harus digunakan.

Jika pesta demokrasi 2019 dicedarai dengan itu semua (ujaran kebencian, hoax, kemudian politik sara yang sangat kental), ini berbahaya karena Indonesia sebagai negara/bangsa terbesar didunia, sebab tidak ada negara didunia yang memiliki pulau dan suku sebanyak Indonesia. Karena itu jikalau isu SARA dan sekterian yang begitu kental digiring dalam pesta demokrasi 2019, tentu akan sangat berbahaya. Maka sebagai anak muda Indonesia, ini (isu SARA dan sekterian serta hoax lainnya) harus dilawan. Kalangan muda (pemuda) juga harus menyampaikan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa Indonesia itu satu, Indonesia itu satu dalam keberagaman.

“Kita beragam.dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Rote sampai Miangas kita memang bermacam-macam corak dan suku tapi kita dalam satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Masri.

Menyikapi situasi peta perpolitikan ditahun ini, Masri mengatakan bahwa saat ini situasi (politik) masih terus berdinamika, perkembangan revolusi digital teknologi yang pesat dan begitu bermacam-macam semestinya tidak disalahgunakan oleh berbagai pihak, terutama pemuda Indonesia maupun lembaga. Dan untuk menekan angka pelanggaran/penyalahgunaan IT, ia menyarankan pentingnya pendidikan dimasyarakat tentang keberadaan undang-undang ITE yang dapat dikenakan terhadap siapapun yang dinilai telah melakukan pelanggaran melalui media sosial atau internet.

“Sebaiknya ada edukasi terhadap masyarakat bahwa dengan adanya UU ITE, maka memposting hal-hal yang berkaitan dengan ujaran kebencian atau memprovokasi massa untuk melakukan hal-hal yang bisa melanggar hukum, kemudian agitasi, propaganda harus kita sampaikan kepada mereka bahwa itu melanggar aturan dan bisa ditindak oleh Kepolisian”, jelas Masri yang mengaku mulai tertarik dengan dunia politik.

Ia juga menambahkan generasi milenial saat ini tengah menikmati euforia memiliki gadget sehingga ketika mereka memasuki ranah politik sebenarnya biasa saja. Sebagian memang ada yang tidak terlalu menganggapnya serius sehingga begitu saja memposting sesuatu. Karena itu perlu ada edukasi terhadap mereka sebab merekalah yang nanti akan menjadi orang-orang yang berada dalam bonus demografi. Cara menyampaikan edukasinya juga tidak seperti cara lama yang monoton, mungkin dengan melalui pendekatan khusus atau kelompok-kelompok kecil, terutama dalam rangka edukasi menghindari hoax. Disekolah-sekolah pendekatan mungkin bisa dilakukan melalui OSIS, kelompok pendakian guming dan sebagainya.

“Untuk lebih berkreatifitas menyalurkan aspirasi politik, generasi muda dapat berkiprah aktif pada bidangnya masing-masing”, tutup Masri.

Berita Lainnya
Sandiaga: Kami Berkomitmen untuk tidak Mengambil Gaji se-rupiah pun JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno me...
Aa Gym: Prabowo-Sandi Pilihan Hati JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - KH Abdullah Gymanstiar memberikan dukungan untuk capres dan cawapres nomor...
Lembaga Penyiaran Diminta Ikuti Aturan Main di Masa Tenang Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Memasuki hari masa tenang Pemilu 2019, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) me...
Habib Rizieq Shihab Sampaikan 10 Alasan Prabowo-Sandi Disambut Rakyat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menyampaika...
Massa Pendukung 02 Siap #PutihkanGBK, Polisi Siapkan Rekayasa Lalulintas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pihak kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk menghindari...
Kanal: Nasional