Loading...

Green Books ajak Anak-Anak Indonesia Bermain Sekaligus Menyayangi Lingkungan

BALI, TAJUKTIMUR.COM – Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di Indonesia, green-books.org mengembangkan pendidikan lingkungan gratis bagi anak-anak.

Masyarakat yang terlibat sebagai koordinator program Eco-Education akan mendapatkan insentif yang akan membantu mereka menjalankan gaya hidup yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Insentif yang didapat berupa filter air minum, botol minum pakai ulang, tas pakai ulang unik, dan kesempatan untuk mengikuti Green Educator Course di Bali.

“Yang paling saya suka dari program ini adalah disediakannya panduan yang mudah dipahami untuk membawakan​ permainan untuk anak-anak,” ujar​ Wiwik Subandiah,​ Koordinator Lokal Kedung Banteng, Jombang, Jawa Timur.​

Lanjut Wiwik, Buku-buku bertema lingkungan diberikan gratis. Semua mudah dipahami dan asyik untuk dibaca anak-anak. Koordinatornya juga dapat reward.

“Selain buku-buku bacaan, kami juga menyediakan panduan permainan anak-anak dalam Bahasa Indonesia untuk digunakan oleh koordinator lokal,” ungkap R​ima Agustina​, ​Manajer Program Green-Books.org.​

Rima menambahkan, para koordinator lokal hanya perlu melaksanakannya secara berkala dan menceritakan pengalaman mereka di forum Facebook kami. Semua orang bisa melakukannya.

Tujuan jangka panjang dari program ini adalah menginspirasi anak-anak untuk hidup berkelanjutan dan selaras alam.

“Anak-anak hanyalah bagian kecil dari populasi dunia, tetapi mereka adalah 100 persen penerus di masa depan. Inilah alasan mengapa pendidikan lingkungan bagi anak-anak berperan sangat penting bagi kehidupan di Bumi di masa depan,” tutupnya.

Untuk diketahui, Green-Books.org telah memfasilitasi pelaksanaan program ini di lebih dari 100 komunitas di Indonesia.

Dalam rilisnya, Fundraising & Communications Manager Diah Rany Handayani berharap, jumlah ini akan terus berkembang.

“Kami membuat Eco-Education Center – sebuah pusat komunitas dimana koordinator lokal menginspirasi anak-anak untuk hidup berkelanjutan dalam harmoni dengan alam melalui eco-activities dan insentif hijau,” katanya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, sambung Rany Handayani, dibutuhkan lebih banyak lagi koordinator lokal yang bersedia bermain bersama anak-anak dan mendapatkan manfaat dari program tersebut. Selengkapnya di w​ww.green-books.org​.

Berita Lainnya
Pakar Hukum: Pembebasan Baasyir Bisa Kacaukan Sistem Hukum JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai pembe...
Menkominfo Dorong Anak Muda Buat Konten Kreatif di Medsos JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak anak-anak muda, ter...
Presiden Jadi Peserta Acara Cukur Massal di Garut GARUT, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo mendatangi lokasi wisata Situ Bagendit yang terletak di...
KPU tak lagi Bocorkan Kisi-Kisi Debat Pilpres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tidak lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan ...
Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Bebas, TKN: Bukti Jokowi Cinta Ulama JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syad...
Kanal: Nasional