Loading...

Gurauan Soal Bom, 214 Penumpang Lion Air Terlantar 2 Jam

MAROS, TAJUKTIMUR.COM — Penerbangan Pesawat Lion Air jenis Boeing 737-900ER registrasi PK-LFW bernomor JT 787 rute Makassar-Surabaya harus mengalami keterlambatan akibat adanya isu bom yang berada dalam pesawat tersebut.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyampaikan bahwa ada seorang penumpang wanita berinisial ST ketika proses masuk ke pesawat (boarding) bercanda ke salah satu awak kabin (flight attendant/ FA) bahwa ada bom (bomb joke) dalam barang bawaan, saat akan dimasukkan ke kompartemen kabin.

Untuk alasan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dalam menjalankan tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures), sehingga dilakukan pengecekan ulang (screening)pada pesawat,” jelas Danang dalam keterangan resmi yang diterima tajuktimur.com, Sabtu (5/5/2018).

Akibatnya, 207 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan empat bayi, total 214 orang harus terlantar selama 120 menit atau 2 jam sampai kru pesawat, petugas layanan di darat (ground handling) dan petugas keamanan bandar udara (aviation security/ avsec) melakukan pengecekan pesawat hingga seluruh barang bawaan serta kargo. Hasilnya tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan.

“Akibat kejadian tersebut, Lion Air JT 787 mengalami keterlambatan penerbangan (delay) 120 menit, dari waktu berangkat pukul 17.35 WITA Lion Air telah menerbangkan dengan jadwal keberangkatan terbaru menuju Tanjung Pandan pada 18.55 WITA dan telah mendarat di Juanda pada 19.30 WIB,” papar Danang.

Kini, ST diserahkan ke Avsec Angkasa Pura I cabang Makassar, otoritas bandar udara beserta pihak berwenang guna menjalani pengamanan dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Lion Air juga menginformasikan, kondisi itu berpotensi menyebabkan delay pada rute dari Surabaya ke Makassar dan Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (PLW).

“Lion Air Group menghimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat. Semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib. Peringatan bahaya bercanda mengenai bom termasuk kategori pelanggaran pidana Pasal 437 UU Penerbangan,” pungkas Danang.

Berita Lainnya
TNI Dukung Pengembangan Alutisista Berbasis Digital JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menargetkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) berbasis digital. "Ya pada ke...
BNN Gagalkan Penyelundupan 30.000 Butir Ekstasi sal Malaysia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan 30.000 butir pil ekstasi asal Malaysia di wilayah pesisir...
Aher Jadi Wagub DKI, Kemendagri: Itu Hak Parpol Pengusung JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar menjelaskan, usulan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad ...
Kementan Dorong Petani Produksi Bawang Merah Kualitas Ekspor JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian mendorong petani menghasilkan bawang merah berkualitas ekspor. "Ka...
KPAI Pertanyakan Pawai TK Probolinggo Punya Replika Senjata JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mempertanyakan adanya replika senjata dan seragam bercadar yang dimiliki sekolah T...
Kanal: Nasional