Loading...

Hanya ‘Power Bank’ di Bawah 160 Wh Yang Boleh Dibawa Naik Pesawat

KUPANG (TAJUKTIMUR.COM) – Kementerian Perhubungan melarang baterai pengisi portabel atau “powerbank” masuk ke dalam pesawat terbang maskapai penerbangan apapun.

Pelarangan itu menyusul terjadinya insiden kebakaran akibat meledaknya powerbank di tas jinjing yang diletakkan di kabin dalam sebuah penerbangan di China oleh maskapai penerbangan China.

“Surat edaran ini ditujukan kepada maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang dari wilayah Indonesia. Dan ini demi keselematan penerbangan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso.

Powerbank yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam atau Watt Hour (WH) tidak lebih dari 100 Wh. Sedangkan peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 100 Wh tapi tidak lebih dari 160 Wh harus mendapatkan persetujuan dari maskapai dan diperbolehkan untuk dibawa maksimal dua unit per penumpang.

Untuk peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 160 Wh atau besarnya daya per jam tidak dapat diidentifikasi, maka peralatan tersebut dilarang dibawa ke pesawat udara.

Larangan ini sebagai upaya nyata perlindungan keselamatan dalam penerbangan di Indonesia, agar kejadian yang terjadi di China tidak terjadi di Indonesia.

”Kejadian di Maskapai penerbangan China itu menjadi alarm seluruh dunia termasuk Indonesia, terhadap potensi ancaman keselamatan penerbangan dengan adanya perkembangan teknologi dan kebiasaan sosial penumpang pesawat membawa “powerbank” kemana-mana,” ujarnya.

Menurut Agus, dikeluarkannya surat edaran dengan nomor : 015 TAHUN 2018 yang ditetapkan pada Jumat (9/3) pekan lalu ini berkaitan dengan adanya potensi resiko bahaya meledak atau kebakaran pada “powerbank” atau baterai lithium cadangan yang membahayakan keselamatan selama penerbangan.

“Kejadian di Maskapai penerbangan China itu menjadi alarm seluruh dunia termasuk Indonesia, terhadap potensi ancaman keselamatan penerbangan dengan adanya perkembangan teknologi dan kebiasaan sosial penumpang pesawat membawa “powerbank” kemana-mana,” ujarnya.

Menurut Agus, dikeluarkannya surat edaran dengan nomor : 015 TAHUN 2018 yang ditetapkan pada Jumat (9/3) pekan lalu ini berkaitan dengan adanya potensi resiko bahaya meledak atau kebakaran pada “powerbank” atau baterai lithium cadangan yang membahayakan keselamatan selama penerbangan.

(as)

Berita Lainnya
Bersama Nelayan Cirebon, Bara JP Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf Amin JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Kota Cirebon Y Pasomba men...
Zulkifli Ajak Relawan Hadapi Provokasi dengan Kampanye Cerdas PEKANBARU, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Cawapres Sandiaga Uno melanjutkan ...
Kunjungi Riau, Cawapres Sandiaga Uno Akan Perkuat UMKM JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, mendatangi penggerak UMK...
Mantan Ketua Muslimah HTI Ajak Masyarakat Ikuti Pemilu 2019 Damai BOGOR, TAJUKTIMUR.COM - Situasi perpolitikan menjelang Pilpres 2019 yang semakin ramai akhir-akhir i...
Diduga Lakukan Ilegal BBM, Bakamla Tangkap Kapal MT Nusantara di Perairan Tanjung Priok JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Keamanan Laut RI menangkap 2 buah kapal yang diduga melakukan kegiat...
Kanal: Nasional