Loading...

HDMI Akan Selalu Bersama Ulama Sampai Titik Perjuangan Penghabisan

BOGOR, TAJUKTIMUR.COM – Tepat setelah peringatan detik-detik Proklamasi Republik Indonesia, Rapat Kerja Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) resmi ditutup. Dalam pidato penutup, Ketua Umum HDMI Habib Idrus al Jufri menyampaikan kepada segenap Pengurus Pusat terkait pandangan HDMI.

“Pandangan HDMI akan selalu bersama ulama sampai titik perjuangan penghabisan. Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa, maka saat ini kita berjuang dengan kecerdasan dan kreativitas,” katanya dalam rilis resmi yang diterima tajuktimur.com, Jumat lalu.

“Sebagai anak muda, kita akan menghargai yang lebih tua. Kita akan ikut para pemimpin, senior dan ulama. Insya Allah itu yang terbaik,” tambah Idrus, alumni Universitas Islam Madinah.

Wisma Griya Sabha Kopo komplek DPR RI menjadi saksi tekad para dai muda Indonesia tersebut. “Hari ini kita telah menyelesaikan rapat kerja, insya Allah akan kita hadirkan program-program yang mengguncang Indonesia,” tekad Habib Idrus yang melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Islam Antarbangsa, Malaysia.

Menjadi Resolusi 17 Agustus-an HDMI adalah menyelesaikan hasil rapat kerja untuk setahun ke depan di seluruh Tanah Air. “Dakwah yang berisikan pesan positif sekaligus mengajak mereka yang masih tertidur pulas,” pungkas Habib Idrus menjelaskan spirit dakwah HDMI.

Ketua Dewan Pembina HDMI, Muhammad Suwanto, M.Pd.I., menyampaikan wejangan yang pernah diterima dari Kyai-nya di Jawa. “Kuat-kuato nyonggo amanahe gusti Allah,” kutipnya.

“Kalau tidak kuat, maka Allah akan ganti kita dengan generasi lain,” ujarnya menjelaskan. Mengingatkan bahwa berkumpulnya para dai muda di HDMI adalah amanah Allah.

“Mudah-mudahan kita masuk surga karena kebajikan yang kita sebar melalui HDMI,” tutup Ustadz yang menjadi Pimpinan Pesantren Al Qudwah, Depok.

Pengamat sosial Sapto Waluyo melihat dinamika positif dengan tampilnya organisasi pemuda di bidang dakwah. “Hal itu menunjukkan proses regenerasi dan kaderisasi ulama berjalan dengan baik. Tidak hanya berkiprah di MUI atau ormas besar (NU, Muhammadiyah, PUI, Al-Khairaat dll), kaum muda juga mengembangkan institusi yang mandiri,” simpul Sapto, Direktur Center for Indonesian Reform (CIR).

Kemandirian dan keseriusan kaum muda dalam perjuangan akan menentukan kebangkitan umat dan kejayaan bangsa.

Berita Lainnya
Jalur Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Jalur pendakian ke Gunung Rinjani melewati Desa Aik Berik, Kecamatan Batuk...
Panglima Kogasgabpad Serahkan Kunci Rumah Kepada Warga Lombok LOMBOK, TAJUKTIMUR.COM - Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Reko...
PKS Targetkan Keterwakilan Perempuan di DPRD Sukabumi Naik SUKABUMI, TAJUKTIMUR.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi menargetkan keterwakilan pe...
Lion Air: Identifikasi Korban Masih Tetap Dilakukan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro m...
BIN: Tujuh PTN di 15 Provinsi Terpapar Paham Radikal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru Bicara Badan Intelijen Nasional (BIN) Wawan Purwanto mengatakan, ada ...
Kanal: Nasional