Loading...

Heboh Temuan KTP-el Tercecer Di Jalan, Dukcapil Minta Maaf

BOGOR, TAJUKTIMUR.COM —- Warga Semplak, Bogor dihebohkan oleh peristiwa tercecernya Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan keping di Jalan Salabenda Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/5).

Temuan itu langsung dilaporkan oleh warga ke Polsek Kemang, Bogor.  Atas laporan temuan ribuan KTP yang tercecer tersebut, Kapolres Bogor langsung memerintahkan Kapolsek Kemang beserta anggotanya untuk melakukan pengecekan disekitar tempat ditemukannya ceceran KTP-el. Pengecekanpun langsung dilaksanakan.

Sejumlah warga yang tinggal disekitar lokasi penemuan ribuan KTP- el membenarkan adanya temuan ribuan KTP-el yang tercecer dijalan raya. Menurut warga, tumpukan KTP-el tersebut berasal dari dalam karung yang jatuh dari sebuah truk engkel warna biru kala melintasi jalan Salabenda.

“Benar ada karung jatuh berisi KTP,  setelah dilihat asal KTP dari Sumatera Selatan. Ciri-ciri kendaraan, truk engkel warna biru tapi Nopol tidak  diketahui”, ujar Subur (37) warga kampung Salabenda, Parakan Jaya, Bogor yang kesehariannya berprofesi sebagai pengemudi ojek.

Saat ditelusuri ribuan KTP-el jatuh dan tercecer di jalan raya Kayu Manis Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor hingga berhenti di lokasi TKP simpang TL Salabenda.

Menyikapi temuan itu, serta hasil dari penyelidikan aparat kepolisian, pihak Dukcapil langsung mengeluarkan pernyataan untuk mengklarifikasinya. Pada pernyataan klarifikasi terbuka yang disampaikan oleh Dirjen Dukcapil, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH menjelaskan bahwa Sesditjen Dukcapil, I Gde Suratha sudah melakukan pengecekan di lapangan dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor yang menunjukkan bahwa KTP-el yang tercecer tersebut adalah KTP-el rusak/invalid dan diangkut dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu (Jakarta Selatan) ke  Gudang  Kemendagri di Semplak Bogor.

Semua KTP-el yang jatuh dari mobil pengangkut sudah diamankan bersama masyarakat dan dikembalikan ke mobil pengangkut untuk selanjutnya dibawa ke Gudang Penyimpanan di Semplak, disaksikan oleh petugas kemendagri yang ditugaskan melaksanakan pemindahan barang dari Pasar Minggu ke Semplak.

“KTP-el rusak/invalid yang dibawa ke Semplak sebanyak 1 dus dan 1/4 (seperempat) karung (bukan ber karung-karung),” jelas Zudan.

Menurutnya, jumlahnya kepingan KTP-el tidak dihitung karena merupakan gabungan dari sisa-sisa pengiriman sebelumnya. Saat ini permasalahan temuan KTP-el ditangani Polres Kab Bogor dan rencananya pagi ini (Minggu, 27/05/2018), beberapa staf yang mengawal barang tersebut beserta sopir akan dimintai keterangan.

“Untuk itu, saya mohon bantuannya, apabila ada link berita atau foto-foto status di medsos berkenan menyampaikan klarifikasi saya ini agar masyarakat luas mendapatkan penjelasan yang resmi dan yang sebenarnya,” pinta Dirjen Dukcapil, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH.

Sebelumnya, temuan ribuan KTP-el ini sempat memunculkan spekulasi tersendiri dikalangan masyarakat luas. Ada yang mengaitkan KTP-KTP tersebut merupakan KTP fiktif modus kecurangan pemilu, hingga KTP-el aspal (asli tapi palsu) lantaran ditemukan beberapa nama asing. Namun dugaan itu langsung dibantah dengan klarifikasi yang dikeluarkan oleh pihak Dukcapil.

Berita Lainnya
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Satgas Pangan Pantau Stok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Satgas Pangan akan melakukan pemantauan untuk memastikan stok kebutuhan po...
Sandiaga Doakan Calon Penggantinya di DKI BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Sandiaga Uno menghadiri acar...
KPU Akan Tetapkan Hasil Perbaikan DPT Tahap II JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Per...
Pemerintah Harus Tegas pada ‘Genderuwo’ Ekonomi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Praktisi Industri dan Bisnis, Said Didu menilai pemerintah harus tegas men...
Kanal: Nasional