Loading...

Hindari Perpecahan Bangsa, ABI Gelar Doa Bersama dan Ikrar Kebangsaan

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Sejumlah tokoh bangsa, tokoh lintas agama, dan tokoh masyarakat seperti Mahfud MD, HS.Dillon, Romo Benny Setiawan, KH.Ngatawi Al Zastro, KH. Syarif Rahmat. RA. SQ. MA, H. Mahaki (mewakili agama Islam), Pdt. Irvan Hutasoit (mewakili agama Kristen), Uung Sendana (mewakili Konghucu) bersama ribuan warga Jakarta dan sekitarnya mengikuti acara Doa Bersama dan Ikrar Anak Bangsa untuk Persaudaraan dan Kebhinekaan di pelataran Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu pagi (31/03/2019).

Inisiator Aliansi Anak Bangsa untuk Indonesia (ABI), KH. Ngatawi Al Zastro  menjelaskan acara ini bertujuan untuk merajut kembali tali silaturahmi dan persaudaraan anak-anak Indonesia yang nyaris tercabik-cabik dan terpolarisasi secara tidak sengaja belakangan ini akibat perkembangan situasi politik yang terjadi.

“Misi acara ini adalah untuk merekatkan anak bangsa yang terpolarisasi dengan tidak sengaja, namun tiba-tiba tersekat dengan dinding yang tak terlihat,” ujar inisiator ABI, KH. Ngatawi Al Zastro disela-sela acara.

Sementara itu mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengingatkan adanya riak-riak yang mengancam agak menganggu dan mencemaskan kehidupan berbangsa. Oleh karenanya ia mengingatkan agar masyarakat segera dapat merajut kembali tali persaudaraan yang ada dan riak-riak tersebut tidak berlanjut setelah pemilu 17 April nanti. Sebab menurutnya kehebatan bangsa Indonesia adalah karena adanya ikatan kebangsaan yang begitu kuat.  Karena itu ia berharap seluruh pihak dan masyarajat sadar dan dapat menerima hasil pemilu nanti, serta bekerja seperti biasanya. “Siapapun yang dipilih rakyat, kita bersatu kembali untuk membangun bangsa dan negara”, ajak Mahfud. MD.

Ditempat yang sama, tokoh HAM dan Sosial Ekonomi, Harbrinderjit Singh Dillon atau lebih dikenal dengan nama H. S. Dillon mengatakan, para proklamator bisa menyatakan kemerdekaan itu adalah akibat anak bangsa pada tahun 1928 yang bisa mematahkan devide at impera berikut kekuatan-kekuatan penjajah. Sekarang pun menurutnya masih ada kekuatan-kekuatan yang mungkin tidak nampak seperti halnya Belanda dulu, tapi banyak narasi yang akan memecah belah bangsa. Karena itulah ABI mengajak semua lapisan masyarakat yang ada bisa melintasi segala perbedaan untuk kembali bersatu. “Kalau kita tidak bersatu maka kita tidak bisa mencapai tujuan dan mewujudkan cita-cita bangsa kita yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  Hanya dengan damailah kita bisa membangun bangsa ini”, ungkap HS. Dillon.

Di akhir acara secara bersamaan seluruh peserta bersama para tokoh yang hadir mengucapkan ikrar kebangsaan, yang antara lain berbunyi, “… Kami Aliansi Anak Bangsa berikrar akan terus menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI yang berdasarkan Pancasila, melawan segala bentuk tindakan yang bisa mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI, terus berupaya secara sungguh-sungguh mewujudkan kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan bersama demi keutuhan NKRI”.

Berita Lainnya
Sandiaga: Kami Berkomitmen untuk tidak Mengambil Gaji se-rupiah pun JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno me...
Aa Gym: Prabowo-Sandi Pilihan Hati JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - KH Abdullah Gymanstiar memberikan dukungan untuk capres dan cawapres nomor...
Lembaga Penyiaran Diminta Ikuti Aturan Main di Masa Tenang Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Memasuki hari masa tenang Pemilu 2019, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) me...
Habib Rizieq Shihab Sampaikan 10 Alasan Prabowo-Sandi Disambut Rakyat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menyampaika...
Massa Pendukung 02 Siap #PutihkanGBK, Polisi Siapkan Rekayasa Lalulintas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pihak kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk menghindari...
Kanal: Nasional