Loading...

Hoax Masih Jadi Ancaman Pilpres 2019 yang Damai

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Untuk menangkal hoax dan mengajak pemilu damai sebenarnya juga menjadi tugas bagi para penyelenggara negara, para capres, caleg, dan masyarakat.

Hal termudah yang bisa dilakukan misalnya dengan menampilkan sesuatu yang harmonis dan damai didepan publik, seperti makan bersama atau tengah bersenda gurau antara para capres atau caleg yang berbeda kubu. 

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bidang Teknologi Terapan, partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Abdul Hakam Nagib di Jakarta Senin, (25/02/2019).

Misalnya saat Prabowo dan Jokowi berpelukan, atau ketika atlet Hanifan memeluk Jokowi dan Prabowo usai meraih medali emas Asian Games, kemudian saat Prabowo dan Jokowi berkuda bersama, dan saat Sandiaga bersalaman dengan Amin Ma’ruf. “Pemandangan itu pastinya membuat kita nyaman dan teduh melihatnya”, ujar caleg yang pernah aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Aachen,Jerman.

Para elit politik juga berkontribusi besar dalam meredam suasana dimasyarajat yang mulai memanas terutama mendekati hari H pemilu. Karena itu para caleg harus mampu memberikan contoh positif saat berkampanye atau ketika blusukan menemui masyarakat. Sikap elit politik dalam bertutur kata bisa menjadi contoh bagi pendukungnya. Apabila masyarakat merasa damai dan tentram karena melihat para elit politik yang didukung juga terlihat harmonis, maka pemilu 2019 yang damai akan terwujud. 

“Yang namanya pesta harusnya bahagia, namun hanya karena statement dari satu kalangan elit justru menimbulkan kegaduhan. Padahal sebelumnya kita semua sudah sepakat untuk pemilu damai. Namun kemudian dari sebuah statement yang nyinyir justru memunculkan kegaduhan baru yang diikuti dengan meme dan sindiran-sindiran”, ujar Abdul Hakam Najib.

Caleg juga harus memperluas wawasan akan isu terkini termasuk informasi terakhir yang berkembang. Jika perlu menurutnya antar caleg secara intens melakukan komunikasi dengan pihak DPP parpolnya agar tidak salah arah. 

Elit mestinya bisa menggiring kesuasana yang lebih sejuk dengan kebersamaan, kerukunan dan perdamaian yang ditunjukkan saat berada disatu tempat yang sama. Sebab masyarajat sekarang ini cenderung mudah terbawa hoax. Salahsatu penyebab mudahnya masyarakat meberima begitu saja hoax adalah rendahnya tingkat pendidikan. 

“Diwaktu yang tersisa kini hingga tanggal 17 April 2019 dan sesudahnya, ayolah kita ciptakan sesuatu yang damai, aman dan sejuk. Kita ingin politik yang sejuk, bermartabat dan damai. Jadi siapapun yang terpilih itulah yang terbaik dan merupakan pilihan rakyat,” ajak Abdul Hakim Najib.

Ia juga menambahkan perkembangan medsos memang tidak bisa dibendung. Tetapi media mainstraim seperti televisi ( TV ) masih banyak menjadi acuan. Sehingga dengan adanya tayangan dari media mainstream menurutnya justru menjadi patokan utama fakta atau tidaknya sebuah kabar. Dalam mencari acuan berita juga perlu ada hal yang fair. Sehingga dengan adanya fairplay maka pemilu yang damai akan tercipta. 

Jika saja semangat yang dimiliki oleh seluruh pihak, baik masyarakat maupun para caleg. Tentunya mempunyai kesamaan pemahaman untuk menghindari hoax. Saat caleg turun ke daerah yang dijadikan sebagai sasaran/kantong perolehan suara harus bisa memanfaatkan moment itu dengan mengingatkan dan mengajak masyarakat agar anti hoax. 

” Kita akhiri sajalah semua yang berbau hoax dan kalimat nyinyir, apalagi statement tak bermutu, yang dijadikan perdebatan. Lebih baik kita adu program dan fakta saja!”, ajak Caleg Gerindra dapil VII (Banyumas-Cilacap, Jawa Tengah).

Ia yakin pemilu 2019 berlangsung damai. Hal itu menurutnya bisa dilihat dari pemilu 2014 yang semuanya berjalan damai. Karena pada dasarnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beradab. Dan para aparat keamanan serta intelijen kita juga pastinya sudah bekerja dan sudah melakukan warning. 

“Saya yakin pemilu 2019 akan berjalan damai, sebab di 2014 saja pemilu bisa damai. Apalagi aparat kemanan dan intelijen pastinya sudah mulai bekerja dan melakukan warning”, ungkapnya optimis. 

Optimisme akan Pemilu 2019 damai juga diungkapkan oleh Ketua Presidium Relawan Kotak Hijau, Fami Fachrudin, yang menurutnya secara umum pemilu 2019 pasti berjalan damai, kalaupun bergejolak hanya pada level minor. Gejolak itu bisa saja muncul  karena masing-masing kubu merasa akan menang. Apalagi jika didukung dengan hasil perolehan survei yang dilakukan sendiri. 

Salah satu konsekuensi pelaksanaan piplres adalah salah satu kubu akan kecewa karena mengalami kekalahan. 

Kelompok yang takut kalah bisa saja mengeluarkan informasi seolah-olah KPU melakukan kecurangan. Padahal itu tidak pernah ada.  Sebab KPU bukanlah milik pemerintah melainkan dipilih oleh DPR RI dan merupakan lembaga independen pemilu.

Dalam pantauan Fami, hoax yang menyerang paslon capres no.01 tidak hanya tudingan KPU curang, tetapi narasi-narasi hoax lainnya juga dilontarkan kemasyarakat seperti perihal 7 kontener surat suara.yang sudah dicoblos, kemudian isu jika Jokowi-Amin menang  lantas ditengah jalan Amin akan digantikan oleh Ahok, belum lagi hacker dari Cina yang dipersiapkan untuk mengganggu hasil perhitungan suara dan terakhir adanya sekelompok ibu-ibu yang menyebarkan berita jika Jokowi terpilih lagi maka Islam akan dihancurkan dan pasangan sejenis akan dilegalkan.

Meski dirasakan sulit memberantas hoax yang sudah menyebar , namun Fami tetap yakin hoax bisa dieliminir.

“Kita tidak boleh pesimis untuk menyadarkan masyarakat. Dengan penegakkan hukum yang efektif dan tegas, para pembuat hoax yang tertangkap ini harus diproses dan diberi hukuman yang berat”, ungkap Fami di Jakarta (Senin, 25/02/2019).

Untuk mencegah hoax dan mendukung pemilu 2019 yang damai, Relawan Kotak Hijau berniat mencetak 1.000 mubaligh anti hoax, yang nantinya akan mendapatkan edukasi tentang pemilu untuk kemudian disebar kesejumlah daerah rawan gesekan saat pemilu, seperti Sumatera Barat, Jawa Barat dan Banten.

Berita Lainnya
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Seluma Bengkulu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 mengguncang Seluma, Bengkulu, Sab...
Jumat ini KPK Jadwalkan Ulang pemeriksaan Rommy JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Romah...
Gempa Bumi Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pangandaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. P...
Penyebar Konten Terorisme Diancam UU-ITE, PKS: Bersikap Bijaklah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menanggapi kejadian terorisme yang membunuh puluhan umat Islam yang sedang...
KPU Maluku Utara jadwalkan pemasangan iklan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) menjadwalkan pem...
Kanal: Nasional Pemilu