Loading...

Hujan Deras Guyur Sigi, Belasan Rumah diterjang Banjir Lumpur

SIGI, TAJUKTIMUR.COM – Belasan rumah penduduk di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diterjang banjir lumpur menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terkahir pascagempa.

Kebanyakan rumah rusak akibat tertimbun lumpur berpasir yang diakibatkan hujan lebat dalam tiga hari terakhir ini.

Bahkan, badan jalan di wilayah itu sepanjang sekitar 100 meter juga tertimbun lumpur setinggi sekitar satu meter. Demikian Antara melaporkan.

Dinas teknis langsung melakukan normalisasi dengan membersihkan badan jalan yang tertimbun lumpur pasir dan berbagai limbah kayu sehingga arus lalulintas tetap berjalan lancar.

“Sudah tertimpah gempa, dihajar lagi dengan lumpur,” keluh Sabaruddin, salah seorang warga Dolo yang mengaku rumahnya juga ikut tertimbun lumpur.

Ia mengatakan lumpur yang menimbun beberapa rumah di wilayah tersebut diakibatkan hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sigi beberapa hari terakhir ini.

Di Kecamatan Dolo juga merupakan wilayah yang cukup parah terdampak gempabumi yang terjadi pada 28 September 2018.

Di wilayah itu ada ratusan rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat gempabumi yang mengguncang empat daerah di Sulteng dan menimbulkan tsunami di dua wilayah yakni Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Di Kabupaten Sigi sesuai data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD), gempa bumi memporak-porandakan bangunan rumah, sekolah, gereja masjid, kantor pemerintah, balai desa dan infranstruktur jalan, jembatan, listrik dan jaringan irigasi serta jaringan telekomunikasi di 12 dari 16 kecamatan yang ada di daerah itu.

Berdasarkan data BPBD, tercatat jumlah korban jiwa di Kabupaten Sigi akibat gempabumu lebih 200 orang.

“Itu baru data sementara,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sigi, Gayus Sampe.

Dari 12 kecamatan di Sigi yang diterjang gempa, Kecamatan Sigibiromaru merupakan kecamatan yang terparah bahkan ada satu dusun di Desa Jonoge hilang bagai ditelan bumi.

Tidak ada satupun bangunan penduduk yang bebs kerusakan, bahkan badan jalan sepanjang sekitar tiga kilometer di desa itu lenyap.

Jalur antara Desa Jonoge dan Sidera putus total, karena badan jalan sudah hilang dan kini berubah menjadi lahan kebun jagung dan beberapa pohon kelapa muncul berdiri kokoh.

Tidak diketahui dari mana asalnya kebun jagung dan pohon kelapa itu.

Berita Lainnya
Gerindra Dukung Polri Berantas Hoax JAKARTA,TAJUKTIMUR.COM , Meskipun partai Gerindra konsen terhadap upaya mengkritisi kinerja Pemerintahan Jokowi terutama dalam bidang ekonomi, namun dukungan terhadap Pol...
Partai Demokrat Optimistis Raih 15 Persen Kursi DPR RI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Putu Supadma Rudana menegaskan bahwa partainya optimistis meraih 15 persen kursi DPR RI atau sekit...
Ganjil Genap Diperpanjang Hingga Akhir Tahun, Ini Empat Rute Alternatifnya JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Perhubungan DKI menyiapkan empat rute alternatif yang bisa dipakai pengguna jalan untuk menghindari penerapan aturan ganjil genap di jalan...
Mulai Hari Ini, Ganjil Genap Berlaku Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pemberlakuan sistem ganjil genap di sejumlah ruas jalan di DKI Jakarta diperpanjang hingga akhir tahun 2018. “Mulai hari Senin (15/10), kebij...
Sohibul Iman: Banyak Pihak Ingin PKS Nangis Bombay DEPOK, TAJUKTIMUR.COM - Presiden PKS Sohibul Iman mengungkapkan, jelang Pemilu 2019 selalu ada provokasi-provokasi terhadap para kadernya. Hal itu juga memang menandakan ...
Kanal: Nasional