Loading...

IAR Indonesia Raih Penghargaan Internasional

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM —- International Animal Rescue (IAR) Indonesia diganjar penghargaan internasional untuk kategori Sanctuary Excellence 2018. Penghargaan itu diberikan oleh The Global Federation of Animal Sanctuaries yang bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat.

IAR Indonesia menjelaskan penghargaan tersebut diberikan atas prestasi dan dedikasinya sebagai pusat rehabilitasi satwa orangutan dan kukang dengan standar dan reputasi internasional.

Ketua Umum IAR Indonesia Tantyo Bangun menjelaskan penghargaan tahunan ini diberikan kepada drh. Karmele Llano Sanchez atas prestasi dan dedikasinya dalam membuat IAR Indonesia sebagai tempat rehabilitasi berstandar dunia.

“Bukan hal yang mengejutkan bagi kami semua bahwa Karmele meraih penghargaan ini. Pelaksanaan program di bawah kepemimpinannya, menjadikan tim IAR di Indonesia menjaga standar tinggi atas dedikasi, profesionalisme, dan perawatan satwa,” ujar Tantyo dalam rilis resminya, Kamis (12/7).

Dalam pengumumannya, Karmele pun menyatakan mendedikasikan penghargaan ini untuk seluruh tim IAR Indonesia.

“Sebuah tim yang sangat berdedikasi yang berhasil mewujudkan bagi kita semua untuk meraih penghargaan ini. Saya berterima kasih kepada seluruh tim bahwa IAR dengan bangga bisa meraih pengakuan internasional ini,” kata Karmele.

Pemberian penghargaan tahun ini menandai usia kesepuluh dari GFAS Award. Selain Karmele Llano Sanchez, penghargaan tahun ini juga diberikan kepada Patti Ragan dari Center for Great Apes.

Penghargaan Carole Noon Award untuk Sanctuary Excellence diberikan setiap tahun kepada individu yang mewujudkan dan menerapkan filosofi GFAS dalam hal visi, dedikasi, dan keunggulan pada perawatan satwa yang berada di suaka rehabilitasi.

Nama penghargaan ini diambil dari sosok Carole Noon, pendiri Save the Chimps di Fort Pierce, Florida, Amerika Serikat, yang merupakan suaka simpanse terbesar di dunia.

Di Indonesia, IAR berlokasi di dua tempat yakni di Ketapang, Kalimantan Barat dan di Ciapus, Bogor, Jawa Barat. IAR Indonesia melibatkan masyarakat setempat tidak hanya sebagai tenaga kerja, namun juga sebagai mitra yang setara dalam program-program lingkungan hidup yang diinisiasi.

Hingga saat ini, IAR Indonesia didukung oleh 189 karyawan lokal dari total karyawan yang berjumlah 228 – baik di Ketapang dan Ciapus, maupun di situs pelepasliaran orangutan di Kabupaten Melawi. Dari 132 orang yang berkerja di pusat rehabilitasi IAR Indonesia di Ketapang, 114 orang di antaranya adalah warga asli Kabupaten Ketapang.

Berita Lainnya
Di Bali, Menko PMK Menjadi Pembawa Api Obor Ke-20 Asian Games 2018 BALI, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani menjadi pembawa Api Obor (Torch Bearer...
Lima Pati TNI Terima Anugerah Bintang Dharma JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menyematkan Bintang Dharma kepada lima Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri ...
Presiden Saksikan Festival Musik hingga “Tumplek Blek” di Kemayoran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Keberagaman suku dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia jika dikelola dengan baik akan menjadi sebuah kekuatan untuk meng...
NTB Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional Moderasi Islam JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Cabang Indonesia akan menggelar Konferensi Internasional Moderasi Islam. Konferens...
Surabaya Raih Penghargaan di Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Surabaya berhasil mengungguli Denpasar, Bali dan Bandung dalam Penganugerahan Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 201...
Kanal: Nasional