Loading...

Indonesia Ajak Yordania Perkuat Diplomasi Untuk Kemerdekaan Palestina

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Menlu Yordania Ayman Safadi mengajak pemerintah Yordania untuk memperkuat perjuangan diplomasi untuk kemerdekaan Palestina.

“Pernyataan unilateral Amerika Serikat mengenai status Yerusalem tidak akan mengubah komitmen kuat diplomasi Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” kata Menlu Retno Marsudi, seperti dikutip dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang diterima tajuktimur.com, Selasa dinihari.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI kepada Menlu Yordania, Ayman Safadi, saat melakukan pertemuan bilateral di Kantor Kementerian Luar Negeri Yordania di Amman pada Senin.

Pertemuan Menlu RI dengan Menlu Yordania merupakan bagian dari rangkaian perjuangan diplomasi Indonesia bagi Palestina.

Kedua Menlu dalam pertemuan bilateral itu membahas persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI mengenai Palestina yang akan berlangsung di Istanbul pada 13 Desember 2017.

Selain itu, kedua Menlu juga berkoordinasi untuk langkah diplomasi dalam memperjuangkan status Yerusalem dan kemerdekaan Palestina.

Hal tersebut penting dilakukan dengan Yordania karena Raja Yordania adalah Pelayan Situs Suci di Yerusalem, yang memiliki peran pelindung terhadap situs suci Yerusalem; mewakili kepentingan situs suci Yerusalem di dunia internasional; mengatur badan Wakaf di Yerusalem.

Dalam pertemuan itu, Menlu RI juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi mengecam keras langkah unilateral Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Langkah tersebut mempertaruhkan upaya proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

Kepada Menlu Yordania, Menlu RI menyampaikan bahwa masyarakat internasional harus terus berpegang kepada keputusan “status quo” yang telah ditetapkan PBB mengenai status Yerusalem saat ini.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan ketidakadilan yang dihadapi rakyat Palestina,” tutur Menlu Retno.

Untuk itu, Menlu RI mengajak Yordania memperkuat perjuangan diplomasi, baik secara bilateral maupun multilateral, untuk mencegah negara lain mengikuti jejak AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel atau memindahkan Kedutaannya ke Yerusalem.

Menlu RI juga mengajak Yordania mengambil langkah untuk meyakinkan negara-negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina untuk segera melakukannya.

Lebih lanjut, Menlu Retno menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina juga harus ditunjukan tidak saja secara politis namun juga secara konkret dengan meningkatkan bantuan kemanusiaan, ekonomi dan pembangunan kapasitas.

Terkait dengan persiapan KTT Luar Biasa OKI mengenai Palestina, Menlu RI menyampaikan bahwa Presiden Jokowi akan hadir pada pertemuan tersebut. Hal itu menunjukkan pentingnya isu Palestina bagi masyarakat Indonesia dan komitmen Pemerintah RI untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

“Tidak akan ada perdamaian yang adil dan hakiki di Timur Tengah sebelum ada kemerdekaan Palestina,” ujar Menlu Retno.

Menlu RI lebih lanjut menegaskan bahwa harapan masyarakat di negara-negara OKI sangat besar terhadap hasil KTT Luar Biasa OKI. Oleh karena itu, KTT OKI harus dapat membulatkan suara dan mempersatukan negara-negara OKI untuk membela Palestina.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
SPKKL Kupang Uji Coba Aplikasi Pelaporan Kejadian Laut Berbasis Android KUPANG, TAJUKTIMUR.COM - SPKKL Kupang mengajak peran serta masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan...
BMKG: Waspada Potensi Banjir dan Longsor Meningkat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau masuknya mus...
Kemenag Uji Coba Sistem Daftar Nikah Online JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Agama telah meluncurkan Sistem Informasi Pernikahan Berbasis W...
KPI minta PRSSNI Dorong Anggotanya Hindari Pelanggaran Siaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta Persatuan Radio Swasta Siaran Nas...
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Kanal: Nasional