Loading...

Ini Empat Janji PKS ke Warga Bekasi

BEKASI, TAJUKTIMUR.COM – Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menegaskan partai yang dipimpinnya memiliki perbedaan dengan partai pendukung Prabowo-Sandi lainnya.

“Partai pendukung Prabowo-Sandi ada Gerindra, PKS, PAN, Demokrat dan Berkarya namun kami di PKS punya janji-janji politik sendiri,” ujar Mohamad Sohibul Iman dihadapan warga yang menyaksikan kegiatan Flashmob PKS di Danau Duta Harapan Bekasi Utara, Minggu (24/2/2019).

Ada empat janji politik yang diutarakan Sohibul Iman di hadapan warga, diantaranya penghapusan Pajak STNK Kendaraan Bermotor Roda dua.

“Kami ingin pajak STNK kendaraan bermotor roda dua gratis. Kami akan berjuang di DPR RI menggolkan UU yang UU tersebut menghapuskan pajak itu,” ungkap Sohibul.

Pajak motor yang dimaksud adalah pajak motor CC kecil. Terkait janji kampanye ini, Sohibul menegaskan pihaknya telah melakukan riset dan salah satu hasil riset tersebut, negara tidak akan dirugikan karena dana yang tadinya untuk membayar pajak akan bergulir di masyarakat dan menghidupkan sektor riil.

“Kemdian SIM kita bikin seumur hidup saja. Dengan proses yang benar yang baik. Tidak perlu perpanjangan lagi. Nanti digodok peraturannya di DPR.”

Selanjutnya, kata Sohibul, PKS berjanji akan mengegolkan RUU Perlindungan Ulama, Simbol Agama dan Tokoh Agama jika memenangi Pemilu.

“Kita ingin kehidupan Indonesia sejahtera materi dan spiritual. Kami ingin memuliakan kehidupan beragama. Para ulama, simbol agama dan tokoh agama mendapatkan perlindungan. Maka dari itu kami akan mengajukan RUU yang mengatur ini.”

Teranyar, guna meningkatkan stimulus bagi masyarakat kelas bawah, PKS berjanji akan memperjuangkan pajak penghasilan bagi pekerja yang memiliki pendapatan hingga Rp 8 juta per bulan.

“Sekarang ini daya beli masyarakat menurun. Kesulitan hidup makin besar. PKS akan menghapus pajak penghasilan bagi mereka yang Penghasilan nya 8 juta kebawah. Sekarang 4,5 juta, 5 juta masih kena pajak,” katanya.

Tentang program-program Penghapusan pajak bagi kalangan menengah bawah ini, menurut Sohibul Iman sangat mudah untuk diterapkan karena bernegara itu masalah keberpihakan.

“Asal kita mau dan berpihak pada siapa. APBN tetap akan terjaga. Ini tentang kantong kiri dan kantong kanan. Jika tidak masuk kantong kiri maka akan masuk kantong kanan,” jelasnya.

Ditanya tentang syarat kemenangan, Sohibul Iman menegaskan minimal 12 persen seperti amanah Munas PKS terakhir.

“12 Persen itu nilai yang cukup tenaga untuk meyakinkan fraksi-fraksi lain agar mau menerima usulan-usulan PKS. Jika terjadi kejadian luar biasa, masyarakat berbondong-bondong memilih PKS hingga lebih dari 20 persen akan lebih mudah lagi,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Seluma Bengkulu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 mengguncang Seluma, Bengkulu, Sab...
Jumat ini KPK Jadwalkan Ulang pemeriksaan Rommy JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Romah...
Gempa Bumi Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pangandaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. P...
Penyebar Konten Terorisme Diancam UU-ITE, PKS: Bersikap Bijaklah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menanggapi kejadian terorisme yang membunuh puluhan umat Islam yang sedang...
KPU Maluku Utara jadwalkan pemasangan iklan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) menjadwalkan pem...
Kanal: Nasional Pemilu