Loading...

Ini Tanggapan KSPI Soal Kartu Pekerja yang di Luncurkan Pemprov DKI

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) setuju dan mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang berorientasi kepada kesejahteraan. Namun demikian, dalam pelaksanaan di lapangan dan aturan kebijakannya harus tetap dikritisi dan diperbaiki secara bertahap.

“KSPI menyambut baik keseriusan Pemprov DKI untuk mensejahterakan kaum buruh tersebut,” kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Jum’at (12/1/2018).

Namun demikian, lanjut Iqbal, implementasi dari program tersebut harus tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah konflik horisontal di kalangan buruh serta hanya sekedar program pencitraan.

Karena itu, KSPI menilai penerima kartu pekerja adalah pekerja penerima upah minimum (UMP) yang menurut definisi UU No 13/2003 adalah pekerja yang memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun dan baru pertama kali masuk kerja setelah lulus sekolah.

“Sekedarnya dan tidak tepat sasaran serta tidak akan meningkatkan kesejahteraan buruh DKI Jakarta,”  ungkap Iqbal sambil menyinggung pekerja yang ber-KTP DKI tapi bekerja di luar DKI Jakarta.

Jangan sampai program yang baik ini, lanjut Iqbal, ujung-ujungnya hanya mensubsidi perusahaan menengah atas dan multi nasional dengan menggunakan uang negara yang berasal dari pajak rakyat. Karena perusahaan menengah atas inilah yang banyak mempekerjakan buruh kontrak dan outsourcing dengan masa kerja di atas 1 tahun yang menerima UMP.

Bisa jadi, tegasnya, program kartu pekerja tidak akan sesuai harapan buruh dan menyimpang dari visi misi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dalam janji kampanyenya.

Iqbal berharap, selain meluncurkan program kartu pekerja, Gubernur DKI Jakarta tetap mempertimbangkan agar UMP DKI tidak lebih rendah dari UMK Karawang dan Bekasi.

“Mohon kiranya Gubernur DKI Jakarta segera memutuskan nilai upah minimum sektoral (UMSP) sesuai harapan buruh agar daya beli masyarakat DKI meningkat di tengah harga beras, listrik, BBM, dan lainnya yang melambung tinggi,” pungkasnya.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Indonesia Diminta Berperan Lebih Stategis Hentikan Diskiriminasi Terhadap Suku Uighur JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sekitar 1 juta suku Uighur yang merupakan warga Xinjiang, Tiongkok yang be...
Tanamkan Jiwa Bahari, PJ91 Gelar Reuni diatas KRI 591 SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM, - Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) provinsi Jawa Timur kembali menggela...
Kreativitas Jurnalis Muda Meningkatkan Literasi Warga BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Kaum muda millennial harus kreatif, karena perkembangan ilmu dan teknologi ...
Inilah Wilayah Jabodetabek yang Berpotensi Banjir di 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan D...
KPU Tetapkan DPT Hasil Perbaikan untuk Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno terbuka Daftar Pemilih T...
Kanal: Nasional