Loading...

Jamin Mutu Produk, Kemenperin Kerja Sama dengan BPOM

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Kementerian Perindustrian melalui Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) jalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait peningkatan mutu produk pangan olahan, kosmetik dan obat tradisional.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih bersama Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Gati mengatakan, melalui kerja sama ini diharapkan dapat memeprcepat proses sertifikasi, izin edar, serta merek dagang terhadap IKM makanan, kosmetik dan jamu.

“Dengan MoU ini, salah satu yang kami harapkan adalah bisa lebih cepat proses pemberian izin edarnya. Hal ini menjadi penting agar IKM kita bisa lebih berdaya saing,” ujar Gati seusai acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenperin dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Ia menuturkan, selama ini Kemenperin telah memfasilitasi pengembangan IKM pangan, kosmetik, dan obat tradisional. “Adanya kerja sama ini, akan lebih banyak lagi program yang kami jalankan di tahun ini,” imbuhnya.

Menurut Gati, dalam kesepakan tersebut, pihaknya akan melaksanakan beberapa kegiatan seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta melakukan pendampingan, bimbingan teknis, sosialisasi, pengawasan, dan konsultasi. Selain itu memfasilitasi sarana dan prasarana serta pertukaran data dan informasi yang dibutuhkan pelaku usaha.

“Ini menjadi tekad kami dalam mengoptimalkan peran IKM sebagai penggerak perekonomian nasional, khususnya sektor komoditas obat tradisional, kosmetik dan pangan yang memiliki potensi untuk terus tumbuh dan berkembang,” paparnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, sektor-sektor industri tersebut menunjukkan konsistensi kinerja yang positif. Pada tahun 2017, industri makanan dan minuman memiliki pertumbuhan tertinggi mencapai 9,23 persen. Sedangkan, industri kimia, farmasi dan obat tradisional sebesar 4,53 persen.

Gati menjelaskan, IKM pangan merupakan jenis usaha yang banyak dikelola masyarakat di Indonesia. Dalam program pengembangan produktivitas dan daya saing, Kemenperin telah melakukan pembinaan IKM pangan di antaranya berupa fasilitasi cara pengolahan yang baik, penerapan SNI, sertifikasi halal, serta peningkatkan kualitas kemasan produk.

Untuk potensi IKM kosmetika di Indonesia, saat ini termasuk salah satu sektor andalan dalam memacu target pertumbuhan industri manufaktur nasional.

“Dengan populasi penduduk lebih dari 250 juta, Indonesia akan menjadi salah satu negara 10 besar untuk pasar kosmetika Asia pada 10-15 tahun mendatang,” ucap Gati.

Bahkan, adanya pertumbuhan kelas menengah ikut meningkatkan permintaan terhadap produk personal care, terutama untuk perawatan kulit, rias wajah dan perawatan rambut.

Saat ini, terdapat 102 Industri Obat Tradisional (IOT), serta sisanya 1037 Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) dan Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT).

Dalam program pengembangan IKM obat tradisional dan jamu, Kemenperin melakukan peningkatan kualitas SDM, pembinaan penerapan Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), fasilitasi pengembangan inovasi dan teknologi, serta peningkatan kualitas kemasan produk yang sesuai standar.

(fr)

Berita Lainnya
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Kementerian LHK Digabung, Ini Penjelasan JK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan penggabungan Kementerian Lingkungan...
KPU: Debat Kedua Pilpres Lebih Lancar JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan pelaksanaan d...
Indef: Visi Jokowi Terkait B100 Sulit Dicapai JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly ...
Soal Ledakan, Wiranto: Ada pihak yang iseng dan usil sengaja membuat kericuhan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wi...
Kanal: Nasional