Loading...

Jika Masih Ketua MK, Jimly akan Kabulkan Gugatan PT Presiden

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COMM — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie mengibaratkan presidential threshold (PT) alias ambang batas pencapresan dengan level hukum dalam Islam. Berstatus makruh, lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan.

“Bagi saya masuk akal saja angka 20 persen ini dievaluasi. Saya kan sudah mengatakan angka 20 persen ini makruh, cuma saya belum berani bilang haram,” kata Jimly dalam siaran persnya, Sabtu (14/7).

Jimly berharap, pihak pemohon bisa mendapatkan fakta-fakta baru bahwa PT 20 persen tersebut terbukti menghambat demokrasi. Jimly berkelakar, jika ia masih menjabat hakim MK, maka dia akan mengabulkan gugatan para pemohon.

“Kalau saya hakimnya, saya kabulkan ini. Cuma kan saya sudah pensiun,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Jimly dalam diskusi bulanan Policy Centre (Polcen) Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), di kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Berita Lainnya
Menkopolhukam Minta Kepala Daerah Bersinergi Sukseskan Pemilu GORONTALO, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) ...
Angin Puting Beliung Terjang Kabupaten Sukabumi SUKABUMI, TAJUKTIMUR.COM - Bencana angin puting beliung yang terjadi di wilayah Kecamatan Cicantayan...
Survei IndEX: Elektabilitas PDI-P Turun JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Survei terbaru lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (IndEX) Re...
Gerindra-PKS Sepakati Dua Nama Calon Wakil Gubernur DKI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pertai Gerindra dan PKS DKI telah menyepakati dua nama cawagub DKI penggan...
Kabupaten Gorontalo Peringati HPSN di TPA Talumelito GORONTALO, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo bersama unsur TNI dan Polri mela...
Kanal: Nasional