Loading...

Jokowi: Kendalikan Harga Beras dan Daging

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga-harga kebutuhan pokok yang mempunyai kontribusi terhadap inflasi dan pada angka kemiskinan, seperti beras, harus dikendalikan.

“Saya sudah perintahkan kemarin kepada Menko Perekonomian untuk mengoordinasikan ini,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Presiden meminta agar beberapa harga, baik itu yang berkaitan dengan beras, daging betul-betul segera diselesaikan agar sebelum masuk ke bulan puasa bisa dipastikan bahwa harga itu betul-betul turun.

Terkait masalah stabilitas keamanan dan stabilitas politik, Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meminta kepada Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN agar hal-hal yang mengarah pada sisi keamanan untuk ditangani secepatnya.

“Sehingga tahun ini betul-betul stabilitas politik dan tahun depan stabilitas keamanan dan politik betul-betul kita total kendalikan,” katanya.

Badan Pusat Statistik melansir pada Februari 2018 terjadi inflasi sebesar 0,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,32. Dari 82 kota IHK, 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,05 persen dengan IHK sebesar 131,65 dan terendah terjadi di Palangka Raya sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 127,64.
Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 0,96 persen dengan IHK sebesar 136,82 dan terendah terjadi di Lubuklinggau sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 129,79.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,13 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,43 persen.

Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,22 persen. Kelompok sandang sebesar 0,35 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,07 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2018 sebesar 0,79 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 3,18 persen.
Komponen inti pada Februari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen.

Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Februari) 2018 mengalami inflasi sebesar 0,57 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 2,58 persen.

(as)

Berita Lainnya
Jalur Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Jalur pendakian ke Gunung Rinjani melewati Desa Aik Berik, Kecamatan Batuk...
Panglima Kogasgabpad Serahkan Kunci Rumah Kepada Warga Lombok LOMBOK, TAJUKTIMUR.COM - Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Reko...
PKS Targetkan Keterwakilan Perempuan di DPRD Sukabumi Naik SUKABUMI, TAJUKTIMUR.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi menargetkan keterwakilan pe...
Lion Air: Identifikasi Korban Masih Tetap Dilakukan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro m...
BIN: Tujuh PTN di 15 Provinsi Terpapar Paham Radikal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru Bicara Badan Intelijen Nasional (BIN) Wawan Purwanto mengatakan, ada ...
Kanal: Nasional