Loading...

KALEIDOSKOP 2017: Bulan September

Peristiwa dalam negeri dan mancanegara yang terjadi di bulan September 2017.

Turki, 3 September

Presiden Turki Recp Tayyip Erdogan turut mengecam krisis kemanusian terkait etnis Rohingya di Myanmar, bahkan Erdogan menuduh Myanmar melakan “genosida” terhada etnis minoritas itu.

Berbagai pihak mengecam, termasuk Indonesia yang diwakilkan oleh Menlu Retno Bertemu Aung San Suu Kyi. Dalam pertemuan tersebut, Retno menyampaikan usulan Indonesia yang disebut Formula 4+1 untuk Rakhine State. Empat elemen ini terdiri dari: Mengembalikan stabilitas dan keamanan, menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan, perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama, dan terakhir, pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan.

 

Jakarta, 4 September

Gubernur Papua Lukas Enembe hadiri dalam pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri dalam kaitan kasus dugaan korupsi dana Pemprov Papua.

Kepolisian akui sudah menaikkan status kasus dugaan korupsi anggaran Pemprov Papua tahun ajaran 2013-2016 ke tingkat penyidikan. Namun penyidik belum menentukan siapa tersangkanya. 15 orang saksi yang telah dimintai keterangan, termasuk Gubernur Lukas Enambe.

 

Singapura, 14 September

Halimah Yacob (63), seorang muslimah berhijab pertama dilantik menjadi presiden di negara dengan jumlah etnis Tionghoa terbesar tersebut selama enam tahun ke depan.

Sebelumnya, Halimah adalah juru bicara parlemen yang akhirnya diusung sebagai satu-satunya calon presiden Singapura, setelah mendapatkan sertifikat kelayakan oleh Komite Pemilu Presiden.

 

Jakarta, 22 September

Video Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo mengungkapkan adanya satu institusi tidak resmi akan mendatangkan lima ribu pucuk senjata api secara ilegal ke Tanah Air, dengan cara mencatut nama Presiden beredar di media sosial.

Pernyatan ini dikemukakan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pada pertemuan Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Malam 212 Dianggap Bermuatan Politik, Yusuf Martak: Gak Usah Panik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak membe...
Masyarakat dari Berbagai Penjuru Hadiri Malam Munajat 212 di Monas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Agenda munajat bertema "Meningkatkan Peran Ulama untuk Memperkuat Ukhuwah ...
PKS berjanji menghapus pajak penghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muda Bidang Ekonomi, Muhammad ...
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Kementerian LHK Digabung, Ini Penjelasan JK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan penggabungan Kementerian Lingkungan...
Kanal: Nasional