Loading...

KASN: Kualitas PNS Indonesia Belum Sejajar dengan Negara-Negara ASEAN

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Meski sudah banyak kemajuan yang dicapai birokrasi Indonesia namun Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi menilai kinerjanya belum memenuhi target yang ditetapkan pemerintah. Kekuatan 4,35 juta jiwa pegawai negeri sipil (PNS) belum bisa menyejajarkan ASN Indonesia dengan negara-negara ASEAN dan BRIC (Brasilia, Rusia, India dan Cina).

“Selama tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres M. Jusuf Kalla pelaksanaan beberapa quick-wins (program percepatan) sub-bidang aparatur negara berjalan sangat lamban,” kata Sofian Effendi yang dikutip dilaman KASN, Rabu (10/1).

Belum nampak perubahan signifikan pada sebagian besar pegawai ASN. KASN menilai mereka masih terlihat dari semangat “business as usual.” Padahal cara-cara lama itu akan menimbulkan inefisiensi yang cukup besar dalam penggunaan APBN/APBD.

Sofian juga menegaskan kebijakan zero growth dan moratorium pengangkatan pegawai selama enam tahun yang diterapkan pemerintah telah menimbulkan dua masalah baru dalam ASN. Pertama terjadinya penuaan pada pegawai ASN yang akan menganggu kelancaran suksesi pada 440 ribu jabatan pimpinan.

Kedua ancaman tsunami pensiunan karena lebih dari 40 persen pegawai ASN sudah berusia di atas 51 tahun. Kalau dalam lima tahun mendatang jumlah pensiunan pegawai mencapai 1,5 juta orang beban anggaran akan sangat besar.

Kebijakan pemerintah mengurangi pengangkatan PNS selama enam tahun berturut-turut tanpa disadari menyebabkan memburuknya rasio pegawai dan penduduk Indonesia ke salah satu level terendah di Asia. Pada 2017 rasio pegawai per penduduk Indonesia hanya 1 : 61, jauh di bawah rasio ideal 1 : 50 penduduk.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan saat ini Indonesia kekurangan guru dan tenaga pendidikan hingga 465 ribu.

Untuk mengatasi sementara kekurangan guru dan tenaga pendidikan pemerintah daerah bahkan terpaksa mengangkat guru non-PNS dengan gaji yang jauh di bawah gaji pegawai ASN.

Akibatnya mutu pendidikan lulusan SD dan SLTP sangat rendah. Ditengarai kondisi sumber daya manusia kependidikan yang seperti ini sangat berpengaruh terhadap mutu lulusan SD-SLTP Indonesia.

(and/ttcom) 

Berita Lainnya
Australia Harus Batalkan Kebijakannya Soal Ibukaota Israel JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kebijakan Australia yang mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel ...
Indonesia Diminta Berperan Lebih Stategis Hentikan Diskiriminasi Terhadap Suku Uighur JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sekitar 1 juta suku Uighur yang merupakan warga Xinjiang, Tiongkok yang be...
Tanamkan Jiwa Bahari, PJ91 Gelar Reuni diatas KRI 591 SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM, - Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) provinsi Jawa Timur kembali menggela...
Kreativitas Jurnalis Muda Meningkatkan Literasi Warga BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Kaum muda millennial harus kreatif, karena perkembangan ilmu dan teknologi ...
Inilah Wilayah Jabodetabek yang Berpotensi Banjir di 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan D...
Kanal: Nasional