Loading...

Kebakaran Hutan Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan

CIREBON, TAJUKTIMUR.COM – Api yang membakar kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai sudah berhasil dipadamkan menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, Minggu.

Ia mengatakan kebakaran berhasil dipadamkan secara manual pada Sabtu (13/10) sekitar pukul 16.00 WIB dan sekarang tim pemadaman sedang memastikan api benar-benar sudah tidak ada lagi.

“Kebakaran sudah padam, sekarang kita sedang melakukan pembasahan dengan helikopter water bombing (pengembom air),” katanya di Kuningan.

Dia menjelaskan kepulan asap yang masih terlihat di kawasan hutan itu berasal dari sisa dari kebakaran.

BPBD Kuningan menerjunkan dua tim beranggotakan 27 personel untuk membersihkan jalur.

Agus menjelaskan tim pertama yang berjumlah 11 orang melakukan pembukaan dan pembersihan jalur Bintangot Batu Arca sampai ujung lahan yang terbakar.

Tim kedua yang beranggotakan 16 orang melakukan pemadaman dan penyisiran kepulan asap yang masih tersisa di daerah Blok Batu Arca, Sigedong dan Cicangkrung.

“Pantauan visual dari pos taktis Bintangot terlihat kepulan asap tipis masih terpantau timbul tenggelam tersapu angin dan itu merupakan asap sisa bakaran,” katanya.

1.310 ha hutan Gunung Ciremai Terbakar

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengungkapkan kebakaran selama 14 hari di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menghanguskan areal 1.310 hektare.

Menurutnya, kebakaran kawasan TNGC pertama diketahui pada Minggu (30/9) sekitar pukul 12.00 WIB dan kemudian BPBD dibantu TNI, TNGC, masyarakat, dan relawan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Namun, api dari hari ke hari tidak berhasil dipadamkan karena sulitnya medan dan semak belukar yang sudah mengering sehingga mudah terbakar. Tim gabungan juga menghadapi kendala berupa arah angin yang berubah-ubah.

“Api sudah dapat dipadamkan secara manual pada hari Sabtu, 13 Oktober 2018 pukul 16.00 WIB,” katanya.

Dalam kurun waktu 14 hari, tim gabungan terus berupaya memadamkan api yang meluas dengan menggunakan alat seadanya dan dengan cara, antara lain “gopyok” serta pembuatan sekat bakar.

Pada Sabtu (13/10), BNPB menerjunkan helikopter pengebom air untuk membantu tim gabungan dalam memadamkan api. Saat ini masih dilakukan pembasahan areal yang terbakar untuk memastikan tidak ada kepulan asap.

“Besok Senin (15/10) pembasahan areal kebakaran menggunakan `water bombing` dilanjutkan dan juga penyisiran areal kebakaran oleh personel TNGC untuk memastikan tidak ada lagi kepulan asap,” kata Agus.

Berita Lainnya
SPKKL Kupang Uji Coba Aplikasi Pelaporan Kejadian Laut Berbasis Android KUPANG, TAJUKTIMUR.COM - SPKKL Kupang mengajak peran serta masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan...
BMKG: Waspada Potensi Banjir dan Longsor Meningkat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau masuknya mus...
Kemenag Uji Coba Sistem Daftar Nikah Online JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Agama telah meluncurkan Sistem Informasi Pernikahan Berbasis W...
KPI minta PRSSNI Dorong Anggotanya Hindari Pelanggaran Siaran JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta Persatuan Radio Swasta Siaran Nas...
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Kanal: Nasional