Loading...

Keluarga Tersangka Teroris MJ Menolak Permintaan Otopsi Ulang

LAMPUNG (TAJUKTIMUR.COM) – Menyikapi permintaan pihak istri Muhammad Jefri (MJ) dan jaringannya agar dilakukan otopsi ulang terhadap jenazah MJ yang telah dimakamkan dikampung halaman almarhum di desa Kapuran, kecamatan Kota Agung, kabupaten Tanggamus, Lampung (Sabtu,10/02/2018) keluarga kandung MJ menolak tegas permintaan tersebut.

Juru bicara keluarga MJ, Rusdi SM mengatakan bahwa ayah dan ibu serta keluarga almarhum MJ telah menerima dengan ikhlas kematian Almarhum dan percaya sepenuhnya terhadap penjelasan yang diberikan oleh pihak kepolisian atas sebab-sebab kematian MJ dalam proses penangkapan karena sakit jantung, hal ini diperkuat oleh hasil otopsi medis dari jenazah MJ.

Jikapun ada pembongkaran atau otopsi ulang terhadap jenazah, keluarga kandung MJ dan masyarakat setempat dipastikan tidak mengijinkan pembongkaran terjadi dan otopsi ulang dilaksanakan.

Hal senada juga disampaikan oleh ibu MJ, Muliani (46) yang menjelaskan bahwa pihak keluarga kandung MJ sebelum melakukan pemakaman jenazah sudah memberikan kesempatan terhadap istri dan keluarga MJ dari Indramayu untuk melihat kondisi jenazah terlebih dahulu. Namun saat proses pemakaman hendak dilakukan pihak keluarga memang tidak memperbolehkan lantaran sebelumnya sudah pernah diberi kesempatan untuk melihat jenazah.

“Bapaknya sendiri dan adik kandungnya sudah memperbolehkan keluarga di Indramayu untuk melihat jenazah. Jadi tidak mungkin kami tidak memperbolehkan mereka melihat jenazahnya terlebih dulu. Jadi wajar jika saat dimakamkan tidak kami izinkan karena sudah pernah kami berikan kesempatan”, ujar Muliani kepada sejumlah wartawan di kantor Kelurahan Pasar Madang, Kota Agung, Tanggamus-Lampung (Senin,19/02/2018).

Penolakan tegas juga diutarakan langsung oleh ayah kandung MJ, Mukri (52), jika pembongkaran makam dilakukan untuk otopsi ulang jenazah putranya maka pihak keluarga dan masyarakat setempat jelas-jelas tidak akan mengizinkan.

“Jika ada pembongkaran atau otopsi ulang, kami sekeluarga dan masyarakat tidak mengizinkan makam dibongkar dan otopsi ulang dilakukan”, ujar Mukri.

Penolakan permintaan pembongkaran makam MJ juga disampaikan oleh perwakilan masyarakat setempat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kota Agung Tolak Radikalisme yang meminta agar pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan peristiwa kematian MJ menghentikan upaya-upaya tersebut.

“Kami masyarakat Kota Agung yang sudah cukup disibukan dengan rutinitas sehari-hari dalam mencari nafkah keluarga serta hubungan yang harmonis dalam lingkungan sosial masyarakat, tidak ingin disibukan dan dipusingkan oleh hal-hal lain, seperti upaya politisasi ataupun tujuan-tujuan lain dari kelompok tertentu atas kematian MJ yang samasekali tidak ada manfaat dan faedahnya bagi masyarakat maupun keluarga MJ yang ada di Kota Agung”, tegas Ketua Koalisi Masyarakat Kota Agung Tolak Radikalisme Dan Terorisme, Ustad Suryo Mulyono.

Tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Tanggamus ini juga memastikan tidak ada bekas luka tembakan pada tubuh jenazah, hal ini dipertegas oleh keterangan pihak keluarga MJ yang disampaikan langsung kepadanya saat mengklarifikasi kondisi jenazah MJ.

Pada kesempatan yang sama pihak keluarga kandung MJ juga mengklarifikasi rumor perihal pemberian uang sebanyak empat puluh juta rupiah kepada pihak keluarga MJ yang diserahkan oleh pihak Polri kepada mereka paska meninggalnya MJ. Menurut ayah kandung MJ, Mukri berita itu adalah fitnah.

“Sama sekali fitnah. Tidak ada itu, tidak benar. Itu fitnah. Saya orangtuanya, ayah kandung Muhammad Jefri menyatakan itu sudah fitnah dan tidak benar jika kami menerima uang dari Polisi”, tegas Mukri.

Sebelumnya ditempat terpisah pihak keluarga istri MJ, Ardila (18) meminta agar dilaksanakan otopsi ulang terhadap jenazah suaminya yang sudah dimakamkan di Lampung. Permintaan itu disampaikan karena dirinya masih penasaran dengan penyebab kematian suaminya (MJ). Dila mengaku telah melihat jenazah suaminya bersama sang ayah ketika berada di RS Polri, saat itu ia hanya melihat bagian wajah jenazah yang menurutnya tidak ada hal yang mencurigakan. Dila tidak melihat jenazah secara keseluruhan meski pihak aparat sudah menawarkannya untuk melihat seluruh bagian tubuh jenazah suaminya.

Suami Dilla, MJ (alm) merupakan tersangka teroris yang terlibat dalam sejumlah aksi teror bom, diantaranya peristiwa bom Thamrin pada 2016, rencana penyerangan bom di Mako Brimob Toli-Tolo (Sulawesi) 2017, dan pelemparan bom Kapolsek Bantama (Makasar) pada malam pergantian tahun 2017.

(dw)

Berita Lainnya
Bawa Narkoba, Polisi Tembak Mati Warga Malaysia MEDAN, TAJUKTIMUR.COM - Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai, Polda Sumatera Utara, menem...
Papua Barat paling rendah Tingkat Kepatutan Pelaporan Harta Kekayaan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Pemerintah Provinsi Papua Ba...
Pushidrosal TNI-AL Temukan CVR Lion Air JT-610 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang diga...
Fahira Idris: Isu Perempuan dan Anak Harus Ada Dalam Debat Pilpres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Dari lima tema besar Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wak...
Relawan Jokowi – Prabowo gelar Pertandingan Persahabatan KUALA LUMPUR, TAJUKTIMUR.COM - Relawan pendukung pasangan Jokowi - KH Ma`ruf Amin dan Prabowo - Sand...
Kanal: Nasional